Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bca

Bank Central Asia Tbk membukukan pertumbuhan kredit 12,6% menjadi Rp1.063 triliun per September 2026.

  PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak membukukan pertumbuhan kredit 12,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1.063 triliun per September 2026.  kredit secara pruden dilakukan ke berbagai sektor, mulai dari korporasi, komersial, dan UKM ditopang likuiditas dan pendanaan solid yang terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (CASA) hingga 10,4% menjadi Rp1.103 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 8% YoY mencapai Rp1.301 triliun.  “BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan. Pembiayaan BCA ditopang kredit produktif sebesar Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY. Kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang naik 20,9% YoY hingga Rp528,1 triliun, kredit komersial Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8% YoY, dan kredit UKM hingga Rp149,2 triliun atau bertambah 15,4% YoY. Penyaluran pembiayaan juga salah satunya ditopang BCA Expo 2...

Adi Sarana Armada Tbk mendapat kredit dari BCA

  Dalam laporan PT Adi Sarana Armada Tbk (Persero,ASSA) nomer 051/ASSA-CORSEC/X/2026 menyebutkan perseroan mendaoat kredit dari PT Bank Central Asia Tbk Perseroan melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) atas fasilitas kredit berupa fasilitas Kredit Investasi-13 sebesar Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar rupiah) yang dimana hal tersebut adalah untuk penambahan modal kerja Perseroan. 1. Pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan Perseroan; dan  2. Pendapatan Perseroan meningkat sehingga kegiatan usaha Perseroan berkembang.

PT Harta Djaya Karya Tbk melunasi hutang ke BCA

  Dalam laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia,PT Harta Djaya Karya Tbk (“Perseroan”) dalan nomer surat 002/HDK/SP/X/2026 menjelaskan adanya Keterbukaan Informasi mengenai Pelunasan Utang Perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk. Penjelasn sebagai berikut: 1. PT Harta Djaya Karya Tbk (“Perseroan”) menyampaikan bahwa pada tanggal 30 September 2026, Perseroan telah melunasi utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) atas fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dengan plafon Rp2.000.000.000 dan Kredit Rekening Koran (KRK) dengan plafon Rp1.000.000.000. Total plafon kedua fasilitas tersebut adalah Rp3.000.000.000.  2. Pelunasan tersebut dilakukan dalam rangka pengelolaan struktur permodalan dan kewajiban keuangan secara lebih prudent, dengan mengurangi kewajiban kredit atas kedua fasilitas tersebut serta risiko yang terkait dengan pembayaran pokok, bunga, dan kebutuhan pendanaan kembali. 3. Penyelesaian kewajiban ini mengurangi eksposur Perseroan terhadap risiko gagal b...

Perjanjian Fasilitas antara Protelindo, Iforte, BIT, QTR, VTS, IGPU ,IEN,IEB dengan PT Bank Central Asia Tbk

  Dalam keterangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR ,Perseroan) dengan surat nomer 132/CS-OJK/SMN/IX/26 menjelaskan Penandatanganan Addendum Ke-20 Perjanjian Fasilitas antara Protelindo, Iforte, BIT, QTR, VTS, IGPU ,IEN,IEB dengan PT Bank Central Asia Tbk Pada tanggal 22 September 2026, Bank sebagai pemberi pinjaman dan Protelindo, Iforte, BIT, QTR, VTS, IGPU, IEN dan IEB selaku para peminjam (Para Peminjam), telah menandatangani Perubahan Kedua Puluh atas Perjanjian Fasilitas tertanggal 21 Desember 2016 sebagaimana telah diubah dan/atau ditambah dari waktu ke waktu (Perjanjian Fasilitas).  Perubahan atas Perjanjian Fasilitas tersebut meliputi  (i) perpanjangan jangka waktu Fasilitas B; dan  (ii) penambahan fasilitas kredit baru.  Berikut adalah syarat dan ketentuan penting berdasarkan Perjanjian Fasilitas:  (a) Memperpanjang jangka waktu Fasilitas B sampai dengan 16 November 2027.  (b) Penambahan fasilitas untuk Protelindo yaitu Fas...

PT Grahaprima Sukses Mandiri Tbk mendapat kredi dari BCA

  Dalam keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia PT Grahaprima Sukses Mandiri Tbk  (GTRA, Perseroan) mendapat kredit dari PT Bank Central Asia tbk (BCA) Pada tanggal 4 Agustus 2026, Perseroan mendapat kredit dari BCA senilai Rp 130,5 milyar. Dana tersebut untuk peremajaan dan pembeluan truk. . Pinjaman itu berlaku maksimal 72 bukan dengan masa penarikan selama 6 bulan, dan kemudian dengan bungan 7,5% setahun. Selain itu ada personak garansi  Ardi Supriyadi (Komisarus Utama) dan Ronny Senjaya (direktur utama) PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) didirikan pada tahun 2005 sebagai distributor barang FMCG di wilayah Jabodetabek.  Pada tahun 2012, perusahaan mengalihkan bisnisnya ke transportasi dan logistik dengan nama 'Graha Trans'. Perseroan ini memiliki dua pool yang berada di Bekasi dan Tangerang, dengan 1.000 unit armada truk.     

PT DCI Indonesia Tbk memperoleh Fasilitas Kredit Investasi Dari PT Bank Central Asia Tbk

  Bursa Efek Indonesia dalam laporan nomor 063/DCI.ID/DIR/IV/2026 menyebutkan PT DCI Indonesia Tbk (persero) memperoleh Fasilitas Kredit Investasi Dari PT Bank Central Asia Tbk  dengan total limit kredit sampai dengan Rp17.000.000.000.000,- (tujuh belas triliun Rupiah). Fasilitas ini digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal Perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak Perseroan telah memperoleh Penambahan Fasilitas Kredit yang  dituangkan dalam Perjanjian Kredit No. 13 tanggal 30 April 2026 sebagaimana termuat dalam Akta Perjanjian Kredit yang dibuat oleh Notaris Putut Mahendra, S.H., Notaris di Jakarta Pusat ("Perjanjian Kredit"), antara Perseroan dengan PT Bank Central Asia Tbk ("Bank BCA") Dewan Komisaris juga  menyetujui rencana penambahan fasilitas kredit tersebut melalui Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. KEP.KOM/DCI.ID/008/IV/2026 tanggal...

BCA bagi Dividen Interim 3 Kali Pada Tahun 2026

  PT Bank Central Asia Tbk (BCA atau “Perseroan”) berencana membagikan dividen interim sebanyak 3 kali pada tahun 2026.  Rencana tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, utamanya pemegang saham ritel. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan pembagian dividen interim yang akan dilakukan lebih dari sekali dalam setahun ini merupakan terobosan baru bagi perseroan. Rencananya, pembagian dividen interim ini akan dilakukan setiap kuartal. “Pembagian dividen interim setiap kuartal ini diharapkan dapat menambah  cashflow  bagi pemegang saham yang selama ini senantiasa bersama kami. Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris,” ujar Hendra Lembong. BCA telah selesai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta, . Salah satu keputusan yang diambil pada RUPST tersebut adalah terkait pen...