Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label akusisi

PT Penajam Makmur Jaya akusisi BIKE

  Dalam laporan Bursa Efek Indonesia nomor 2026/218/14/SBIAM  dijelaskan pada tanggal 15 Aprl 2026 telah dilakukan transaksi melalui mekanisme pasar negosiasi di BEI, yaitu pengalihan saham Perseroan yang dimiliki oleh Bapak Andrew Mulyadi, Bapak Henry Mulyadi, dan Bapak Stephen Mulyadi ("Para Penjual") kepada PT Penajam Makmur Jaya ("Pembeli") sebanyak 921.500.000 (sembilan ratus dua puluh satu juta lima ratus ribu) lembar saham atau setara dengan 71,22% (tujuh puluh satu koma dua dua persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.  Dalam transaksi ini, Para Penjual dan Pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi satu sama lain PT Penajam Makmur Jaya (PMJ) adalah dididirukan tanggal 22 April 2021 sebuah perusahaan  Pengendalian dan investasi perusahaan Sedangkan  PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (kode saham:  BIKE ) adalah perusahaan distributor sepeda dan komponennya yang berbasis di Tangerang, didirikan tahun 2017. M...

PT Raharja Energi Cepu Tbk rencana akusisi Blok Selat Madura

  PT Raharja Energi Cepu Tbk rencana mengakusisi saham  SMS Development Limited melalui entitas anak, PT Raharja Energi Madura, dengan total nilai transaksi mencapai USD 121.719.164 . Transaksi  ini mencakup pengalihan piutang senilai USD 59,2 juta dan pembelian saham senilai USD 62,5 juta yang ditargetkan rampung dan menunggu RUPSLB tanggal 7 Mei 2026 mendatang Sepanjang tahun 2025, PT Raharja Energi Cepu Tbk mengambil berbagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.  Pada 8 Januari 2025, Perseroan secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dukungan antusiasme investor yang sangat kuat. Momentum tersebut kemudian diikuti oleh penguatan profil pasar melalui masuknya saham RATU ke dalam MSCI Small Cap Index dan IDX80, serta diperolehnya peringkat korporasi idA dengan outlook stabil dari Pefindo.  Pencapaian ini menunjukkan bahwa Perseroan tidak hanya berha...

PT SINERGI INTI ANDALAN AKUSISI PT PERSONEL ALIH DAYA

  PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) setelah menuntaskan akuisisi pada 2 Februari 2026.   INET mengambil alih sebanyak 1.687.455.000 saham PADA yang sebelumnya dimiliki oleh Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). jumlah saham tersebut mewakili 53,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor emiten outsourcing tersebut. Setelah transaksi, , struktur kepemilikan saham PADA mengalami perubahan. INET tercatat menguasai 53,57 persen saham, diikuti oleh Kopindosat sebesar 6,29 persen, Sigit Kuntjahjo sebesar 11,57 persen, dan publik sebesar 28,57 persen. Manajemen PADA menegaskan, informasi dan fakta material terkait pengambilalihan saham ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Selain itu, aksi korporasi tersebut juga dipastikan tidak mengurangi hak-hak para pemegang saham. https://otieu.com/4/10549500

PERTAMINA NEW & RENEWABLE RNERGY AKUSISI ENERGY CITICORE RENEWABLE ENERGY FILIPINA

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjadi pemegang saham pada emiten perusahaan raksasa Energi Baru & Terbarukan (EBT) Filipina, Citicore Renewable Energy (CREC). Kepemilikan Pertamina NRE pada CREC tercatat di Philippine Stock Exchange (PSE) pada Selasa, (13/01/25). Pertamina NRE telah menyelesaikan akuisisi 20% saham CREC di bulan Juni 2025 dengan nilai investasi sekitar USD 120 Juta melalui penandatanganan Share Subscription Agreement di Jakarta, (06/25).   Bagi Pertamina NRE dalam memperkuat portofolio bisnis energi terbarukan, khususnya di pasar regional Asia Tenggara.     Oliver Y. Tan selaku CEO & President CREC menyebutkan kemitraan dengan Pertamina NRE merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi keahlian dan pengalaman di sektor energi terbarukan. “Melalui kerjasama ini, Pertamina NRE dan CREC dapat secara bersama memajukan tujuan transisi energi Filipina dan Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan di selu...

PT SUMBER MAS KONSTRUKSI TBK (SMKM) AKUSISI LIM SHRIMP ORG PTE SINGAPURA

  PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) akusisi Lim Shrimp Org Pte Ltd Singapura senilai maksimal maksimal SGD13 juta atau setara Rp172,25 miliar SMKM     menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Advanced Systems Automation Limited (ASA) pada 30 Januari 2026. Dalam perjanjian tersebut, ASA berkomitmen untuk menjual seluruh saham yang dimilikinya di LSO Holdings kepada SMKM dengan nilai maksimal SGD13 juta atau setara Rp172,25 miliar Nantinya, Besaran final akan ditentukan berdasarkan laporan penilaian independen atas valuasi LSO Holdings yang akan diterbitkan oleh penilai independen yang ditunjuk perseroan. Laporan valuasi tersebut akan menjadi acuan sebelum pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang direncanakan berlangsung pada 2027. Transaksi ini akan efektif setelah seluruh kondisi prasyarat yang disepakati dalam perjanjian terpenuhi oleh kedua belah pihak. Apabila transaksi rampung, SMK...

ELPI AKUSISI SATU UNIT KAPAL JAWARA 3401 SENILAI 38 MILYAR

  PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menambah armada dengan mengakusisu sebuah kapa bernama JAWARA 3401. Kapal tersebut panjang 33,70 meter dan lebar 7 meter. Kapal tersebut memiliki tonase kotor (GT) 181 serta tonase bersih (NT) 55, dan telah terdaftar secara resmi di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dalam laporan keterbukaan, manajemen ELPI menjelaskan dalam transaksi itu perseroan bertindak sebagai pembeli. Sementara itub penjualnya adalah PT Ekalya Purnamasari Offshore (ELPIO). Transaksi itu dituangkan dalam akta jual beli kapal yang dibuat di hadapan notaris di Surabaya. Dalam transaksi tersebut, ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 karena nilainya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator (minimal 20% dari ekuitas perseroan). Namun transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi. Karena, ELPI adalah pemegang saham mayoritas di ELPI...