PT Garuda Indonesia mencatat kerugian signifikan pada tahun buku 2025 yakni sebesar US$319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun. Meskipun mendapat dana dari Danatara sebesar Rp 23,67 T Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan pendapatan usaha konsolidasi perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. "Penurunan ini terjadi seiring fase konsolidasi operasional yang tengah dijalankan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan," ujarnya Selain itu,kondisi masih banyaknya armada yang belum dapat dioperasikan karena menunggu jadwal perawatan Garuda Indonesia terus mengoptimalkan jumlah armada yang dapat dioperasikan. Hingga akhir 2025,Jumlah yang belum dioperasikan Garuda Indonesia sedikitnya 99 pesawat, dari sebelumnya sekitar 84 pesawat pada Juni 2025.Sementara itu, sebanyak 43 armada masih dalam proses perawatan Ke depan, Garuda Indonesia menargetkan dapat meng...