Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rugi

PT BUMA Internasional Grup Tbk mencatat rugi bersih sebesar US$24 juta pada semester 1 2026

   PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) (“BUMA International Group” atau “Grup”)  mengumumkan hasil keuangan dan operasional konsolidasi untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026 (“1Q26”).  Kinerja 1Q26 mencerminkan berlanjutnya pemulihan dari tantangan operasional yang dihadapi pada 1Q25, dengan EBITDA meningkat signifikan secara tahunan (year-on-year/YoY) meskipun pendapatan lebih rendah 10%.  Pencapaian ini tetap terjaga di kuartal yang secara musiman merupakan periode dengan curah hujan tertinggi dan paling menantang sepanjang tahun.  Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin operasional. Selama kuartal ini, Grup juga telah menyelesaikan pembentukan tim ahli (subject-matter expert) yang tersentralisasi di fungsi-fungsi utama sebagai penggerak utama peningkatan kinerja. Perbaikan operasional pada 1Q26 melanjutkan tren yang telah dibangun sepanjang 2025.  Di operasional Indones...

PT Kima Farma Tbk mengalami penurunan pendapatan sekitar 7,2% tahun 2025

  Dalam Laporan Umum Pemegang Saham Tahunan pada tahun 2025 PT Kima Farma Tbk (KAEF, Persero) menyebutkan dari sisi kinerja keuangan, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp9,22 triliun pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp9,94 triliun pada tahun 2024, atau mengalami penurunan sekitar 7,2%.  Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika industri farmasi nasional serta penyesuaian strategi bisnis dalam rangka meningkatkan kualitas pendapatan. Namun demikian, Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan kinerja profitabilitas secara signifikan. Rugi bersih berhasil ditekan menjadi sebesar Rp443,36 miliar, membaik dibandingkan rugi bersih tahun 2024 sebesar Rp1,21 triliun.  Perbaikan ini didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, penurunan beban usaha, serta kontribusi pendapatan usaha lainnya yang meningkat menjadi Rp170,73 miliar dari sebelumnya Rp35,77 miliar.  Selain itu, kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan, ada  rugi usaha menurun...

Disuntik Danantara, Garuda Indonesia tetap rugi Rp 5,42 T

   PT Garuda Indonesia  mencatat kerugian signifikan pada tahun buku 2025 yakni sebesar US$319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun. Meskipun mendapat dana dari Danatara sebesar Rp 23,67 T Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan  pendapatan usaha konsolidasi perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.  "Penurunan ini terjadi seiring fase konsolidasi operasional yang tengah dijalankan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan," ujarnya  Selain itu,kondisi masih banyaknya armada yang belum dapat dioperasikan  karena menunggu jadwal perawatan   Garuda Indonesia terus mengoptimalkan jumlah armada yang dapat dioperasikan. Hingga akhir 2025,Jumlah yang belum dioperasikan Garuda Indonesia sedikitnya 99 pesawat, dari sebelumnya sekitar 84 pesawat pada Juni 2025.Sementara itu, sebanyak 43 armada masih dalam proses perawatan Ke depan, Garuda Indonesia menargetkan dapat meng...

GOTO Rugi Rp1,2 Triliun di 2025,

  Tahun 2025, GOTO rugi Rp 1,2 Trilyun. Membukukan rugi bersih sebesar Rp1,2 triliun. Kerugian ini jauh lebih rendah dibandingkan 2024 yang minus hingga Rp5,2 triliun. Secara rinci, bisnis GOTO yang menguntungkan yakni on-demand services (Gojek) sebesar Rp888,6 miliar dan e-commerce (Tokopedia) Rp572 miliar.Kemudian bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar. Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun.  Sedangkan bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar. Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun.  Hinggga tanggal 31 Desember 2025, aset GOTO tercatat Rp45,7 triliun, naik sekitar 6 persen. Sementara ekuitas GOTO mencapai Rp28,7 triliun dengan akumulasi kerugian menembus Rp215 triliun. Di tah...