Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rp 1

Bursa Efek Indonesia ada perubahan batas minimum menjadi Rp 1 yang sebelumnya Rp 50

  Bursa Efek Indonesia dalam bulan September 2026 merilis kebijakan penting. Direncanakan tanggal 28 September 2026 yaitu perubahan batas minimum menjadi Rp 1 yang sebelumnya Rp 50 di pasar reguler dan pasar tunai.  Selain itu perilisan daftar short selling.Daftar tersebut akan mulai berlaku efektif pada periode Oktober 2026.

Avian Brands Bagikan Dividen Senilai Rp 1,36 Triliun

  PT Avia Avian Tbk (“Avian Brands”), produsen cat dekoratif terkemuka di Indonesia, hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Surabaya.  Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk pembagian  Dividen Tunai sebesar Rp 1,36 Triliun , atau setara dengan Rp23 per saham,   sebagai bentuk komitmen berkelanjutan kepada para pemegang saham.   Nilai ini mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 78,18% dari laba bersih tahun buku 2025. Jumlah dividen tersebut telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp 654 miliar yang telah dibagikan pada November 2025.   Keputusan pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Sepanjang tahun 2025, Avian Brands mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat Rp 80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih sebesar 21,5%, di tengah kondisi pasar yang tetap menantang.  Kinerja ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dala...

GOTO Rugi Rp1,2 Triliun di 2025,

  Tahun 2025, GOTO rugi Rp 1,2 Trilyun. Membukukan rugi bersih sebesar Rp1,2 triliun. Kerugian ini jauh lebih rendah dibandingkan 2024 yang minus hingga Rp5,2 triliun. Secara rinci, bisnis GOTO yang menguntungkan yakni on-demand services (Gojek) sebesar Rp888,6 miliar dan e-commerce (Tokopedia) Rp572 miliar.Kemudian bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar. Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun.  Sedangkan bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar. Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun.  Hinggga tanggal 31 Desember 2025, aset GOTO tercatat Rp45,7 triliun, naik sekitar 6 persen. Sementara ekuitas GOTO mencapai Rp28,7 triliun dengan akumulasi kerugian menembus Rp215 triliun. Di tah...