Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label jual saham

BIANTORO SETIJO jual saham INDO ACIDATAMA Tbk, PT

  Menurut keterangan Bursa Efek Indonesia nomor LK/29042026/0006/1, tanggal 29 April BIANTORO SETIJO, selaku komisaris INDO ACIDATAMA Tbk, PT menjual sekitar  183.709.600,00 unit saham dengan harga berkisar Rp 70 hingga 71 persaham Penjualan saham itu dilakukan sebanyak 7 kali. Jumlah Saham Sebelum Transaksi,  499.674.911,00 Unit dengan Hak Suara 8,30%, kemudian Jumlah Saham Setelah Transaksi 315.965.311,00 Unit dengan hak suara 5,25%. PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) yang bergerak di bidang industri agrokimia, didirikan pada tahun 1983 dengan nama PT Indo Alkohol Utama.  Operasi komersialnya dimulai pada tahun 1989, dan melakukan IPO pada bulan Januari 1993. Perusahaan melakukan merger dengan PT Sarasa Nugraha Tbk (terdaftar sebagai SSRN), sebuah industri kimia dasar. Kemudian berubah menjadi namanya saat ini pada tahun 2006.

Hungkan Sutedja jual saham Kedoya Adyaraya (RSGK) seharga Rp 980 persaham

Komisaris PT Kedoya Adyaraya ,Tbk Hungkang Sutedja menjual saham Kedoya Adyaraya (RSGK) dengan harga pelaksanaan Rp980 per saham. Saham yang dijual sebanyak 14,18 juta lembar Saat ini harga saham RSGK dibursa sekita Rp 1075. Transaksi pengurangan saham itu, telah dipatenkan pada 1 April 2026.  Dengan harga tersebut, Hungkang mendapatkan dana Rp 13,9 M. Karena tranksasi tersebut saham Hungkang di PT Kedoya Adyaraya Tbk nyaris habis, dan kini tersisi hanya 60 lembar saham. Sebelumnya, Hungkang Sutedja melepas saham RSGK sebanyak 3,3 juta saham pada harga Rp1.245 per saham. Transaksi penjualan dilakukan pada 22 Desember 2023. Dari penjuaan tersebut mendapat dana  sebesar Rp4,1 miliar. PT Kedoya Adyaraya Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri pada tahun 2009.  Kemudian pada tahun 2018 Perseroan mengakuisisi rumah sakit RS Grha MM2100 yang berada di Kawasan Industri MM2100, Cib...