Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kapal

PT Hafar Daya Konstruksi membeli kapal milik PT Hafar Daya Samudera

  Dalam keterbukaan PT Petrosea Tbk (“Perseroan” atau “PTRO”) menjelakan adanya  pembelian kapal. HDK ( PT Hafar Daya Konstruksi)   berencana mengembangkan kegiatan usahanya di bidang pengerukan dan reklamasi serta memperoleh SIUPR. (Surat Izin Usaha Pengerukan dan Reklamasi) Untuk memenuhi kebutuhan operasional kegiatan tersebut, HDK bermaksud membeli Kapal milik HDS (PT Hafar Daya Samudera) yang akan digunakan sebagai sarana operasional dalam pelaksanaan kegiatan usaha berdasarkan SIUPR.  HDS dan HDK merupakan perusahaan terkendali tidak langsung dalam kelompok usaha Perseroan melalui PEPC (PT Petrosea Engineering Procurement Construction) yang memiliki 51% saham pada masing-masing HDK dan HDS.  Oleh karena itu, Transaksi antara HDK dan HDS merupakan Transaksi Afiliasi berdasarkan POJK 42/2020.  Sehubungan dengan rencana tersebut, HDK dan HDS telah menandatangani Akta Jual Beli Kapal No. 70 tanggal 22 Oktober 2026, yang dibuat oleh dan di h...

Soechi Lines menambah 2 Unit Kapal Tanker

PT Soechi Lines Tbk (Kode Saham BEI: SOCI), selanjutnya disebut “Perseroan”, menuntaskan penambahan sebanyak 2 unit kapal tanker pada kuartal III 2026.  Kapal tersebut masing-masing merupakan kapal tanker gas dan kapal tanker minyak.  Kapal tanker gas yang diakuisisi merupakan tipe Very Large Gas Carrier (VLGC). Kapal tersebut memiliki panjang ±225 meter dan lebar ±36 meter.  Kapal memiliki kapasitas angkut sebesar ±54.000 Deadweight Tonnage (DWT). Kapal VLGC ini akan mendukung pengangkutan gas dalam volume besar.  Selain itu, Perseroan juga menambah kapal tanker minyak yang ditujukan untuk mentransportasikan produk minyak untuk keperluan di dalam negeri. Kapal ini memiliki panjang ±99 meter dan lebar ±15 meter.  Kapal produk minyak ini memiliki kapasitas angkut sebesar ±3.500 DWT.  Penambahan kedua kapal ini merupakan bagian dari langkah Perseroan dalam memperluas dan memperkuat komposisi armada kapalnya.  Untuk segmen gas, Perseroan sebelumnya telah ...

PT Beruang Maritim Indonesia membeli kapal dari PT Amnor Shipyard

  Dalam laporan keterbukaan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA,Perseroan) nomor  190/Dir-BLI/X/2026 menjelaskan adanya Perolehan unit kapal oleh  anak Perusahaan tidak langsung Perseroan yaitu PT Beruang Maritim Indonesia (PT BMI). Pada tanggal 5 dan 7 Oktober 2026, secara berurutan PT BMI telah melakukan penyelesaian perolehan 2 (dua) set kapal berupa 2 (dua) unit tugboat dan 1 (satu) unit tongkang dari PT Buana Cipta Mandala (PT BCM) dan 1 (satu) unit tongkang dari PT Amnor Shipyard (PT Amnor) dengan nilai total transaksi tidak kurang dari Rp 48 miliar.  Adapun tujuan poerolehan kapal tersebut adalah untuk menunjang kegiatan operasional PT BMI. PT BCM dan PT Amnor tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT BMI.

PT Newport Marine Services Tbk jual 6 kapal

 Dalam keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, PT Newport Marine Services Tbk (BOAT, Perseroan) dalam surat nomer 004/NMS-CSC/VII/2026 perihal Sewa dan menyewa kapal untuk menunjang kegiatan lepas pantai di luar dan dalam negeri yang berfokus pada industri . Pada tanggal 17 Juli 2026, Perseroan telah menandatangani Akta Kuasa Untuk Memasang Hipotik dan Akta Kuasa untuk Menjual atas enam kapal milik Perseroan sebagai bagian dari penyempurnaan dokumentasi jaminan atas fasilitas kredit Perseroan yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  Penandatanganan akta tersebut merupakan pelaksanaan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 12 Juni 2026.  Nilai pengikatan hipotik sebesar Rp148.500.000.000, atau sekitar 38,4% dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.  Transaksi tersebut merupakan Transaksi Material sesuai POJK No. 17/PO...

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk membeli kapal dari PT Pelayaran Sumber Bahari

  Dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia disebutkan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (Persero, HUMI)  membeli kapal dari  PT Pelayaran Sumber Bahari. Disurat nomor 417a/DU-HUMI/VI/2026 perihal Keterbukaan Informasi Pembelian Kapal dijelaskan uraian informasi berupa : 1. Jenis aset adalah 2 (dua) unit kapal tug boat;  2. Nilai perolehan atas 2 (dua) unit Kapal adalah sebesar Rp22.500.000.000,00 (dua puluh dua milyar lima ratus juta rupiah).  3. Sumber pendanaan untuk pembelian Kapal berasal dari keuangan  4. Penjual dari Kapal tersebut adalah PT Pelayaran Sumber Bahari sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dan berdomisili di Serang Provinsi Banten, bukan merupakan afiliasi dari Perseroan;internal dan bank.  5. Pembeli atas Kapal yaitu HTC merupakan entitas anak dan perusahaan terkendali Perseroan dengan kepemilikan langsung sebanyak 99,99% (sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan...

Penambahan Kapal Kimia Untuk Memperkuat Jaringan Distribusi Internasional dibuat di Jepang

    PT Chandra Shipping International (CSI) tengah mempersiapkan dua kapal logistik kimia dengan kapasitas 9.000 DWT yang saat ini dibuat di Jepang.  Kedua kapal dirancang untuk mendukung fleksibilitas operasional serta kepatuhan terhadap regulasi maritim. Penambahan armada ini ditujukan untuk memperkuat jaringan distribusi bahan kimia di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus mendukung layanan logistik ke pasar internasional.  Kapal dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026 dan akan dilengkapi teknologi terkini hasil kerja sama dengan mitra teknologi global. Dengan armada baru berstandar internasional, CSI meningkatkan kapasitas layanan logistik maritim serta memperkuat perannya sebagai penyedia solusi pengangkutan kimia di kawasan regional.    

PENDAPATAN IPCM TUMBUH 21,15%

 PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) merilis laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2025.  Pada kuartal I 2025, IPCM berhasil mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,15% menjadi Rp355,41 miliar dibandingkan Rp293,37 miliar YoY. Laba bersih juga mengalami peningkatan sebesar 14,85% YoY, dari Rp38,51 miliar menjadi Rp44,24 miliar.  Kontribusi utama pendapatan IPCM diperoleh dari jasa pelayanan kapal yang menyumbang Rp343,97 miliar atau 96,78% dari total pendapatan, meningkat signifikan sebesar 21,17% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan layanan lainnya tercatat sebesar Rp11,44 miliar.  Pendapatan dari jasa pelayanan kapal tercatat sebesar Rp343,97 miliar, yang terdiri dari pelabuhan umum sebesar Rp151,93 miliar, Terminal Khusus (Tersus) sebesar Rp130,53 miliar, dan Terminal  Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar Rp61,51 miliar. Pada periode ini, pendapatan dari seg...