Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk membuka cabang di Kerajaan Arab Saudi.

 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) semakin mengukuhkan langkah ekspansi internasional dengan mematangkan persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Kerajaan Arab Saudi.  Inisiatif strategis ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi dari Tanah Air hingga Tanah Suci, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra utama ekosistem haji dan umrah Indonesia. Momentum tersebut semakin signifikan setelah BSI memperoleh initial approval dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi (SAMA) untuk membuka Kantor Cabang Luar Negeri pada tahun 2024.  Kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan tidak hanya memperluas jaringan internasional perseroan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, mudah diakses, dan bernilai tambah bagi jemaah haji dan umrah, diaspora Indonesia, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan di ekosistem ekonomi syariah. Prospek peng...

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk bagikan dividen sekitar Rp1,51 triliun

  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menetapkan sebesar 20% dari total laba bersih atau sekitar Rp1,51 triliun sebagai dividen tunai.  Dengan alokasi tersebut dividen per lembar saham menjadi Rp32,81. Besaran dividen tersebut naik 44% dari tahun sebelumnya.  Tahun lalu dividen tunai ditetapkan 15% dari laba bersih atau mencapai Rp1,05 triliun, dengan besaran dividen per lembar saham dari bank dengan kode saham BRIS sekitar Rp22,78. Pemegang saham yang berhak memperoleh dividen adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan (DPS). Informasi mengenai waktu pembagian dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen BSI. Pada tahun buku 2025 BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun.  Sebesar 80% (delapan puluh persen) atau sejumlah Rp6,05 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan. Moncernya laba BSI ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi digital yang m...