Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sebanyak 12 perusahaan bersiap IPO

  Bursa Efek Indonesia menyebutkan ada  12 perusahaan siap untuk Initial Public Offering (IPO) di Bursa. Adapun perusahaam yang mau IPO terdiri dari delapan perusahaan berskala aset besar di atas Rp250 miliar, tiga perusahaan berskala menengah Rp50 miliar–Rp250 miliar, serta dua perusahaan dengan skala aset kecil di bawah Rp50 miliar. Dari sisi sektor,  mencakup emiten bahan baku, consumer non-cyclical, energi, keuangan, teknologi, hingga transportasi dan logistik. Diantarannya : Bank Jakarta,Medco Power, PT BSA Logistics Indonesia dan beberapa yang lain.

BEI Resmi Buka Akses Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen

  Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi memperluas akses keterbukaan informasi dengan mempublikasikan daftar pemegang saham emiten dengan kepemilikan di atas 1 persen .  Langkah strategis ini menandai babak baru transparansi di pasar modal Indonesia, di mana sebelumnya ambang batas pengumuman kepemilikan saham kepada publik hanya dibatasi untuk porsi di atas 5 persen. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 dan menjadi bagian dari komitmen reformasi pasar modal yang diajukan dalam proposal kepada penyedia indeks global, MSCI dan FTSE Russell. Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa data nama pemegang saham tersebut sudah dapat diakses oleh publik melalui situs resmi IDX sesaat setelah pasar ditutup. Selain pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen, BEI juga tengah memproses tiga poin reformasi lainnya, yakni penyediaan data tipe investor yang lebih granular, kena...

BURSA EFEK INDONEIA CABUT SUSPENSI 4 SAHAM

  Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi empat saham mulai sesi I Selasa, 3 Februari 2026. Saham-saham yang kembali diperdagangkan tersebut adalah PT Indospring Tbk (INDS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Saham INDS, SINI, dan ROCK masuk papan pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA). Kebijakan ini diterapkan karena ketiga saham tersebut sebelumnya mengalami penghentian perdagangan lebih dari satu hari bursa secara berturut-turut. Saham SINI dan ROCK telah disuspensi sejak 20 Januari 2026. Sebelum dihentikan, saham ROCK terakhir tercatat melesat 25% ke level Rp2.700. Namun, setelah kembali diperdagangkan pada Selasa (3/2), saham ROCK justru terkoreksi 10% ke posisi Rp2.430. Sementara itu, saham SINI sebelum suspensi sempat menguat 9,87% ke harga Rp19.200, tetapi pada perdagangan pagi ini terpantau ambles 9,9% ke Rp17.300.  ...