Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Danantara

Disuntik Danantara, Garuda Indonesia tetap rugi Rp 5,42 T

   PT Garuda Indonesia  mencatat kerugian signifikan pada tahun buku 2025 yakni sebesar US$319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun. Meskipun mendapat dana dari Danatara sebesar Rp 23,67 T Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan  pendapatan usaha konsolidasi perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.  "Penurunan ini terjadi seiring fase konsolidasi operasional yang tengah dijalankan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan," ujarnya  Selain itu,kondisi masih banyaknya armada yang belum dapat dioperasikan  karena menunggu jadwal perawatan   Garuda Indonesia terus mengoptimalkan jumlah armada yang dapat dioperasikan. Hingga akhir 2025,Jumlah yang belum dioperasikan Garuda Indonesia sedikitnya 99 pesawat, dari sebelumnya sekitar 84 pesawat pada Juni 2025.Sementara itu, sebanyak 43 armada masih dalam proses perawatan Ke depan, Garuda Indonesia menargetkan dapat meng...

Danantara siapkan dana Rp14 Triliun untuk Bangun Rusun Subsidi di Lahan Lippo Group

  Danantara menyiapkan dana sekitar Rp 14 - 16 Milyar untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsi di di kawasan Meikarta , lahan milik Group Lippo di Kabupaten Bekasi ,. Ini merupakan  bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto .pembangunan direncanakan di atas lahan sekitar 12,8 hektare dengan rencana pembangunan 18 tower rumah susun setinggi sekitar 32 lantai.  Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan komitmen penuh dalam mendukung pembiayaan proyek tersebut. "Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan," kata Rosan  Kementerian PKP , dan Danantara Indonesia yang telah bekerja keras menyiapkan proyek tersebut selama kurang lebih dua bulan sejak d...

MULAI HARI INI DANATARA BERPERAN AKTIF DI LANTAI BURSA

  Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan berperan aktif di pasar modal melalui manajer investasi. Untuk itu, Danantara menyiapkan setengah dari dana investasinya ke pasar modal. Danantara menargetkan bisa menyalurkan investasi hingga US$ 14 miliar di 2026. Jika menggunakan angka tersebut, Danantara akan menggelontorkan US$ 7 miliar. Dari sejumlah tersebut dialokasikan ke pasar modal (public market), dengan prioritas utama pada aset-aset di dalam negeri. "Senin, Selasa, Rabu, Kamis kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal. Mulai Senin,   jam 9 pagi kan sudah buka pasar. We are active participant in the market," ujar Chief of Investment Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. Dijelaskan Pandu , Danantara punya tugas untuk melakukan investasi, baik langsung dan tidak langsung maupun terhadap perusahaan swasta maupun private market. Untuk mendukung rencana tersebut,BPI Danantara , menggandeng manajer investasi (MI) untuk bertransaksi di Bursa Saham Indonesia...