Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan
berperan aktif di pasar modal melalui manajer investasi. Untuk itu, Danantara menyiapkan
setengah dari dana investasinya ke pasar modal.
Danantara menargetkan bisa menyalurkan investasi hingga US$
14 miliar di 2026. Jika menggunakan angka tersebut, Danantara akan
menggelontorkan US$ 7 miliar.
Dari sejumlah tersebut dialokasikan ke pasar modal (public
market), dengan prioritas utama pada aset-aset di dalam negeri.
"Senin, Selasa, Rabu, Kamis kami akan berinvestasi
masuk ke pasar modal. Mulai Senin, jam 9 pagi
kan sudah buka pasar. We are active participant in the market," ujar Chief
of Investment Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.
Dijelaskan Pandu , Danantara punya tugas untuk melakukan
investasi, baik langsung dan tidak langsung maupun terhadap perusahaan swasta
maupun private market.
Untuk mendukung rencana tersebut,BPI Danantara , menggandeng
manajer investasi (MI) untuk bertransaksi di Bursa Saham Indonesia (BEI) dalam
enam bulan ke depan.
Para manajer
investasi yang ditunjuk untuk membeli saham-saham dengan tiga kriteria utama,
yaitu likuiditas yang baik, fundamental baik dan memiliki value yang baik.

Komentar
Posting Komentar