Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gran

WHATS APP, MENJADI PLATFORM UTAMA PENIPUAN DI INDONESIA

  Menurut laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025, WhatsApp menjadi platform utama penipuan daring (scam) di Indonesia pada 2025, dengan 89% laporan kasus.  Modus utamanya meliputi kiriman file .apk (kurir, undangan palsu), pengambilalihan akun via link phishing, dan penipuan bank. Untuk platform penipuan, selain WhatApp (89%) kemudian diikuti diikuti Telegram (40%) dan Facebook (37%). Kemudian untuk modus operandi yang populer adalah File APK (Kurir/Undangan/Tilang): Mengirimkan file palsu berformat .apk (contoh: "Lihat Foto Paket", "Undangan Pernikahan Digital", "Surat Tilang-1.0.apk") untuk mencuri data perbankan. Phishing/Takeover Akun: Link palsu yang mengarahkan ke halaman login tiruan untuk mengambil alih akun WA (linking device). Pura-pura Jadi Bank/Instansi: Pesan palsu mengenai perubahan tarif atau pengumuman resmi. LONJAKAN PENIPUAN DIGITAL Menjelang bulan Ramadhan dan Iedufitri, Kementerian Komunikasi dan Digital memperingatka...

GRAB MENAMBAH SAHAM DI SUPER BANK

  Grab melalui perusahaan milik Grab Holding A5-DB Holdings Pte. Ltd menambah saham ke pemilikan di Super Bank (SUPA). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan laporan pada tanggal pada 5 Februari 2026, A5-DB Holdings mencatat jumlah saham SUPA yang dimiliki meningkat dari 3,76 miliar saham atau setara 11,10% hak suara menjadi 4,48 miliar saham atau 13,23% hak suara setelah transaksi. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Grab melakukan beberapa kali transaksi pembelian saham untuk memperbesar porsi kepemilikannya di bank tersebut. Grab membeli saham SUPA pada 27 Januari 2026 sebesar 70,68 juta saham di harga Rp 1.038, pada 28 Januari 2026 sebesar 76,8 juta saham di harga Rp 927, dan pada 30 Januari 2026 sebesar 62 juta saham di harga Rp 960. Kemudian Grab membeli lagi saham SUPA pada 2 Februari 2026 sebesar 77 juta saham di harga Rp 846, pada 3 Februari 2026 sebesar 150,3 juta saham di harga Rp 892, pada 4 Februari 2026 sebesar 185,27 juta saham di harga Rp 909, dan pada 5 ...