Menurut laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025, WhatsApp menjadi platform utama penipuan daring (scam) di Indonesia pada 2025, dengan 89% laporan kasus.
Modus utamanya meliputi kiriman file .apk (kurir, undangan palsu),
pengambilalihan akun via link phishing, dan penipuan bank.
Untuk platform penipuan, selain WhatApp (89%) kemudian
diikuti diikuti Telegram (40%) dan Facebook (37%).
Kemudian untuk modus operandi yang populer adalah File APK
(Kurir/Undangan/Tilang): Mengirimkan file palsu berformat .apk (contoh:
"Lihat Foto Paket", "Undangan Pernikahan Digital",
"Surat Tilang-1.0.apk") untuk mencuri data perbankan.
Phishing/Takeover Akun: Link palsu yang mengarahkan ke
halaman login tiruan untuk mengambil alih akun WA (linking device).
Pura-pura Jadi Bank/Instansi: Pesan palsu mengenai perubahan
tarif atau pengumuman resmi.
LONJAKAN PENIPUAN DIGITAL
Menjelang bulan Ramadhan dan Iedufitri, Kementerian
Komunikasi dan Digital memperingatkan potensi lonjakan penipuan digital.
Menteri Komdigi Meutya Hafid mayarakat koordinasi untuk
mengantisipasi tren kejahatan siber yang kerap meningkat pada periode tersebut.
“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, saya meminta penguatan
koordinasi karena tren penipuan digital biasanya meningkat pada periode
tersebut,” ujar. Meutya

Komentar
Posting Komentar