Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label air asia

Sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta (CGK) dibatalkan atau dijadwalkan ulang.

  Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung di Selat Sunda, Indonesia, menyebabkan penyebaran abu vulkanik yang diperkirakan berdampak pada wilayah udara di sekitarnya.  Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena abu vulkanik dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan operasional pesawat. Sehubungan dengan kondisi tersebut, sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta (CGK) dibatalkan atau dijadwalkan ulang.  AirAsia juga melakukan sejumlah penyesuaian operasional terhadap penerbangan lain yang rute penerbangannya berpotensi terdampak oleh penyebaran abu vulkanik. Sehubungan dengan aktivitas abu vulkanik, AirAsia menyediakan  Service Recovery Options (SRO)   sebagai berikut: Pengembalian Dana Penuh:  Dana akan dikembalikan ke  metode pembayaran awal . Credit Account:  Berlaku selama  730 hari sejak tanggal penerbitan  dan akan dikreditkan ke akun AirAsia member Anda;  ATAU Perubahan Jadwal Penerbangan: ...

Orbis International dan AirAsia Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata di Asia Pasifik

  Orbis International , organisasi non profit global di bidang kesehatan mata, dan   AirAsia Group   menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat sistem layanan kesehatan mata serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata di kawasan Asia Pasifik.  Dalam rilis terbaru Air Asia  dijelaskan melalui kemitraan ini, AirAsia  memberikan dukungan penerbangan senilai US$100.000 per tahun selama lima tahun ke depan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program Orbis di kawasan Asia Pasifik.  Dengan dukungan tersebut, Orbis dapat memperluas kolaborasi bersama rumah sakit, kementerian kesehatan, institusi pelatihan, dan tenaga kesehatan mata di berbagai negara dalam upaya memperkuat layanan kesehatan mata.  Selain itu, AirAsia juga akan mendukung peningkatan kesadaran mengenai gangguan penglihatan yang dapat dicegah serta pentingnya membangun sistem layanan kesehatan mata yang berkelanjutan. Kemitraan ini terjalin di tengah meningkatnya ta...

Indonesia AirAsia kerugian berhasil dipangkas 6,9% Selama semester pertama 2026

  Selama semester pertama 2026 dalam laporan terbaru  Indonesia AirAsia   , lonjakan harga avtur dunia sebesar 46,7% YoY memicu pembengkakan biaya bahan bakar maskapai hingga 26,1%, menjadi Rp 1,99 triliun.  Kondisi ini makin menantang akibat Rupiah yang melemah 5,0% terhadap Dolar AS. Namun, lewat penataan rute penerbangan dan efisiensi biaya yang ketat, Indonesia AirAsia berhasil meredam dampak tersebut.  Hasilnya, kerugian operasional Perseroan (di luar pengaruh selisih kurs) berhasil dipangkas 6,9% menjadi Rp 678,4 miliar. Total pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp 3,91 triliun, turun tipis 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,98 triliun.  Penyesuaian ini merupakan hasil dari langkah terukur Indonesia AirAsia dalam mengelola kapasitas, di mana perusahaan memprioritaskan rute-rute yang menguntungkan dibanding sekadar mengejar volume penumpang. Penjualan tiket penerbangan Indonesia AirAsia berkontribusi sebesar Rp 3,31 triliun. ...

AirAsia Group Berhad menuju maskapai jaringan berbiaya rendah pertama di dunia.

  AirAsia Group Berhad ("AirAsia Group" atau "Grup", sebelumnya dikenal sebagai AirAsia X Berhad) secara resmi menyelesaikan perubahan nama perusahaan dari AirAsia X Berhad menjadi AirAsia Group Berhad.  Perubahan ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ke-19  serta telah didaftarkan oleh Suruhanjaya Syarikat Malaysia   (Companies Commission of Malaysia/CCM) , yang efektif berlaku sejak 2 Juli 2026. Lebih dari sekadar perubahan nama perusahaan, AirAsia Group Berhad mencerminkan transformasi menjadi grup maskapai yang lebih kuat dan terintegrasi untuk menangkap peluang pertumbuhan industri penerbangan di Asia dan kawasan lainnya.  Konsolidasi ini membawa AirAsia selangkah lebih dekat untuk mewujudkan visinya sebagai  maskapai jaringan berbiaya rendah  pertama di dunia.  Didukung jaringan yang lebih luas dan konektivitas yang semakin kuat, AirAsia akan terus meningkatkan efisiensi operasional s...

Indonesia AirAsia Hadirkan Terbang Langsung dari Bali Menuju Melbourne, Victoria, Australia

  Maskapai berbiaya hemat terbaik dunia versi Skytrax selama 16 tahun berturut-turut,   Indonesia AirAsia , mengumumkan rute internasional terbarunya yang menghubungkan   Bali  dan   Melbourne, Victoria, Australia . Penerbangan ini akan beroperasi   setiap hari mulai 20 Maret 2026 , hal ini menjadi langkah penting dalam perluasan jaringan Asia dan Australia yang dibuka pada tahun tersebut. “Melbourne merupakan salah satu destinasi paling populer bagi wisatawan, pelajar, dan pebisnis asal Indonesia, sekaligus pasar utama bagi pariwisata Bali. Pembukaan rute ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kami untuk memperkuat jaringan internasional dan memperluas jangkauan di kawasan  Asia & Australia . Sebagai rute internasional di semester pertama Indonesia AirAsia yang akan beroperasi pada tahun 2026, layanan harian Denpasar–Melbourne ini menegaskan komitmen kami dalam menghadirkan konektivitas yang lebih luas dan terjangkau antara  Australia ...