Langsung ke konten utama

BURSA EFEK INDONEIA CABUT SUSPENSI 4 SAHAM

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi empat saham mulai sesi I Selasa, 3 Februari 2026.

Saham-saham yang kembali diperdagangkan tersebut adalah PT Indospring Tbk (INDS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).

Saham INDS, SINI, dan ROCK masuk papan pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA).

Kebijakan ini diterapkan karena ketiga saham tersebut sebelumnya mengalami penghentian perdagangan lebih dari satu hari bursa secara berturut-turut.

Saham SINI dan ROCK telah disuspensi sejak 20 Januari 2026. Sebelum dihentikan, saham ROCK terakhir tercatat melesat 25% ke level Rp2.700.

Namun, setelah kembali diperdagangkan pada Selasa (3/2), saham ROCK justru terkoreksi 10% ke posisi Rp2.430. Sementara itu, saham SINI sebelum suspensi sempat menguat 9,87% ke harga Rp19.200, tetapi pada perdagangan pagi ini terpantau ambles 9,9% ke Rp17.300.

 Adapun saham INDS dikenakan suspensi sejak 21 Januari 2026. Sebelum disetop, saham INDS tercatat melonjak 24,17% ke level Rp745 pada Selasa (20/1/2026). Setelah dibuka kembali, saham INDS masih menunjukkan penguatan dengan kenaikan 9,4% ke posisi Rp815.

 Berbeda dengan tiga saham lainnya, saham ELPI hanya mengalami suspensi satu hari pada Senin (2/2). Terakhir kali diperdagangkan, saham ELPI ditutup di level Rp1.405 setelah melonjak 24,89% pada Jumat (30/1/2026). Pada perdagangan pagi ini, saham ELPI terpantau melemah 5,34% ke harga Rp1.330.



 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...