Tahun 2025, GOTO rugi Rp 1,2 Trilyun. Membukukan rugi bersih sebesar Rp1,2 triliun. Kerugian ini jauh lebih rendah dibandingkan 2024 yang minus hingga Rp5,2 triliun.
Secara rinci, bisnis GOTO yang menguntungkan yakni on-demand services (Gojek) sebesar Rp888,6 miliar dan e-commerce (Tokopedia) Rp572 miliar.Kemudian bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar.
Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun. Sedangkan bisnis fintech (Gopay) rugi Rp397 miliar. Setelah dikurangi biaya korporasi Rp1,44 triliun, kerugian operasional GOTO mencapai Rp378 miliar.
Kerugian operasional GOTO menyusut 83 persen dibandingkan 2024 yang rugi Rp2,24 triliun.
Hinggga tanggal 31 Desember 2025, aset GOTO tercatat Rp45,7 triliun, naik sekitar 6 persen. Sementara ekuitas GOTO mencapai Rp28,7 triliun dengan akumulasi kerugian menembus Rp215 triliun.
Di tahun 2026 dalam laporan keuangan , pendapatan bersih GOTO melejit 15 persen menjadi Rp18,3 triliun.Pendapatan bersih dari segmen jasa pengiriman naik 8,3 persen menjadi Rp5,8 triliun, sedangkan dari segmen imbalan jasa turun 2 persen menjadi Rp5,7 triliun.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh lini bisnis.
"Kami mencatatkan kinerja kuat, terutama di kuartal keempat. EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang kami tetapkan," ujar Hans

Komentar
Posting Komentar