Langsung ke konten utama

TBS Umumkan Investasi dari Dana Kelolaan HPS Investment Partners

 PT TBS Energi Utama Tbk (“TBS” atau “Perseroan”, BEI: TOBA), perusahaan yang sedang bertransisi menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan,  mengumumkan investasi strategis oleh sejumlah dana dan akun kelolaan dari HPS Investment Partners (“HPS”), bagian dari BlackRock, melalui investasi di SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (“SBTH”), perusahaan induk dari platform pengelolaan limbah TBS. 

Transaksi ini bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar BIasa (“RUPSLB”). 

Investasi HPS akan dilakukan dengan pengambilbagian dari saham preferen yang baru diterbitkan oleh SBTH serta instrumen lainnya, di mana dana yang dihimpun pada tahap awal serta tahap lanjutan dimaksudkan akan digunakan untuk mendanai pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia. 

Perseroan memandang investasi ini sebagai wujud kepercayaan dari investor global bagi transisi TBS menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan serta pada prospek bisnis pengelolaan limbahnya. Dicky Yordan, Direktur Utama dan Chief Executive Officer TBS menjelaskan, 

“Persetujuan TBS untuk berinvestasi di bisnis pengelolaan limbah kami adalah pijakan penting bagi strategi bisnis serta transformasi TBS untuk menjadi bisnis berkelanjutan serta aspirasi TBS untuk menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia. Platform pengelolaan limbah kami pada saat ini telah mencatatkan kemajuan signifikan hingga kini menjadi penggerak utama bisnis TBS. 

Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya S$555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah kami untuk mendorong pertumbuhan bisnis kami baik secara organik maupun anorganik.

SBTH adalah perusahaan induk dari perusahaan operasional pengelolaan limbah TBS, termasuk Cora Environment Pte. Ltd., yang menjalankan bisnis pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura dan melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis; Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., salah satu perusahaan pengelolaan limbah 2 medis terkemuka di Singapura; dan PT Arah Environmental Indonesia, yang menjalankan bisnis pengelolaan limbah medis, industrial, dan rumah tangga di 15 provinsi di seluruh Indonesia. 

Secara kolektif, ketiga perusahaan operasional ini mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Transaksi ini bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui RUPSLB. 

 Untuk transaksi ini, Rippledot Capital bertindak sebagai penasihat keuangan dan Allen & Gledhill sebagai penasihat hukum untuk TBS.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

Ada rencana akusisi,Bursa Efek Indonesia memantau saham PT Oxala Energy International Tbk

Dalam informasi Bursa Effek Indonesia nomor Peng-UMA-00275/BEI.WAS/09-2026 menjelaskan peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar Untuk perlindungan investor, dengan ini di informasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham PIPA, kami ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut ...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.