Dalam laporan PT Era Media Sejahtera Tbk (“Perseroan”) nomor 045/CORSEC/EMS/BEI/X/2026 menjelaskan
Berdasarkan Keterbukaan Informasi tanggal 1 Oktober 2026, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 154.777.820.720 saham baru dengan nilai nominal Rp10,- per saham.
Dengan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan saat ini sebanyak 7.738.891.036 saham, jumlah maksimum tersebut secara aritmatis setara dengan rasio indikatif sebanyak-banyaknya 1 : 20, yaitu setiap 1 (satu) saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan akan memperoleh sebanyak-banyaknya 20 (dua puluh) HMETD, di mana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak untuk membeli 1 (satu) saham baru.
Jumlah saham baru dan rasio sebagaimana disebutkan di atas masih bersifat sebanyak-banyaknya dan dapat berubah dengan memperhatikan kondisi pasar dan hasil persetujuan RUPSLB. Rasio final, termasuk rasio penerbitan Waran Seri II, akan ditetapkan oleh Direksi berdasarkan kuasa RUPSLB dan diungkapkan dalam Prospektus PMHMETD I.
Jumlah dana yang akan diperoleh merupakan hasil perkalian antara jumlah saham baru yang diterbitkan dengan harga pelaksanaan HMETD.
Sampai dengan tanggal surat ini, harga pelaksanaan belum ditetapkan karena kewenangan penetapannya diusulkan untuk diberikan kepada Direksi melalui mata acara ke-7 RUPSLB, dengan memperhatikan keperluan dana Perseroan dan kondisi pasar.
Oleh karena itu, perkiraan jumlah dana final akan diungkapkan dalam Prospektus PMHMETD I sesuai ketentuan POJK No. 32/POJK.04/2015 sebagaimana diubah dengan POJK No. 14/POJK.04/2019 dan POJK No. 33/POJK.04/2015.
Sebagaimana diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi tanggal 1 Oktober 2026, dana hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk:
(i) melunasi utang kepada pemegang saham Perseroan; dan
(ii) ekspansi dan pengembangan usaha, baik secara langsung maupun melalui entitas anak, di bidang ekosistem AI melalui AI Infrastructure, yaitu Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone, dan Green Energy (PLTS), dalam bentuk belanja modal, modal kerja, maupun investasi anorganik.

Komentar
Posting Komentar