Langsung ke konten utama

Bank bjb dan KAI Commuter melakukan kolaborasi

 Dalam rilis terbaru Bank bjb melakukan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus menghadirkan solusi finansial yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi strategis bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) dalam pengembangan layanan perbankan, pembayaran digital, hingga penguatan ekosistem transaksi di sektor transportasi publik.

Sinergi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) Layanan Perbankan dan Non Disclosure Agreement (NDA) antara bank bjb dan KAI Commuter yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026, di Depo KA Commuter Depok, Jawa Barat. Acara turut dihadiri oleh Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomosidi, Direktur Keuangan KAI Commuter Nugroho Dwi Sasongko, Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna, Direktur Informasi Teknologi bank bjb M. Asadi Budiman, Direktur Korporasi dan UMKM bank bjb Mulyana serta jajaran manajemen dari kedua belah pihak.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengembangkan hubungan kerja sama yang lebih luas dan strategis. Tidak hanya berfokus pada transaksi perbankan, sinergi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, pengguna transportasi publik, serta masyarakat secara lebih luas.

Salah satu bentuk kerja sama ke depan yang diarahkan adalah co-branding Kartu Multi Trip (KMT) antara bank bjb dan KAI Commuter. Melalui skema tersebut, kedua perusahaan dapat mengembangkan KMT dengan identitas dan branding kedua pihak sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran transportasi publik.

Pengembangan co-branding tersebut juga dapat diperkuat melalui berbagai aktivitas pendukung, seperti channel top up KMT melalui DIGI bank bjb, loyalty program, serta kegiatan yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan kedua pihak.

Penguatan ekosistem pembayaran digital juga menjadi salah satu fokus dalam rencana kerja sama bank bjb dan KAI Commuter. Salah satunya melalui pengembangan layanan top up KMT menggunakan aplikasi DIGI bank bjb sehingga masyarakat memiliki alternatif kanal digital yang lebih praktis dalam memenuhi kebutuhan perjalanan menggunakan layanan KAI Commuter.

Di sisi lain, bank bjb juga membuka peluang integrasi DigiCash bank bjb sebagai Source of Fund (SoF) pada aplikasi C-Access. Integrasi ini diharapkan dapat memperluas pilihan sumber dana sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan terintegrasi bagi pengguna.

Dengan pengembangan tersebut, ekosistem transaksi diharapkan dapat berlangsung secara lebih seamless, praktis, mudah dan terintegrasi. Pada saat yang sama, integrasi layanan digital juga berpotensi mendorong peningkatan volume transaksi digital serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan fee based income bank bjb.

Tidak berhenti pada pembayaran digital, ruang sinergi bank bjb dengan KAI Commuter juga terbuka dalam berbagai aspek lainnya, antara lain pengelolaan dana, payroll, akuisisi nasabah, QRIS dan merchant, loyalty program, corporate banking, serta cash management.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.