PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. ("TBIG") mengumumkan laporan keuangan interim enam bulan terakhit.
TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp3.460 miliar dan Rp2.953 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026. Jika triwulan kedua disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp6.970 miliar dan Rp5.950 miliar.
TBIG memiliki 42.332 penyewaan dan 25.280 sites telekomunikasi per 30 Juni 2026. Sites telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 25.172 menara telekomunikasi dan 108 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada Menara telekomunikasi sebanyak 42.224, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,68x.
“Momentum pertumbuhan organik kami terus berlanjut hingga kuartal kedua. Pada semester pertama tahun ini, kami menambah 2.023 penyewaan bruto ke dalam portofolio kami, yang terdiri dari 1.417 sites telekomunikasi baru dan 606 kolokasi,” kata Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG.
Per 30 Juni 2026, total pinjaman (debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp29.006 miliar.
Dengan saldo kas yang mencapai Rp700 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp28.306 miliar. Menggunakan EBITDA kuartal kedua 2026 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.
"Kontrak jangka panjang kami menjamin arus kas yang stabil, sehingga memungkinkan kami melaksanakan berbagai inisiatif bagi pemegang saham secara rutin, termasuk pembagian dividen sebesar Rp1,06 triliun yang telah kami bayarkan awal bulan ini. Para pemberi pinjaman kami tetap mendukung bisnis kami, dan kami terus menerapkan strategi konservatif dalam melakukan lindung nilai terhadap utang kami dalam mata uang dolar AS," ujar Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan TBIG.

Komentar
Posting Komentar