Langsung ke konten utama

PT Bank SMBC Indonesia Tbk kerjasama dengan Asian Development Bank (ADB).

 PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (Bank SMBC Indonesia)dalam rilis terbaru menyebutkan akan  memperkuat kapabilitas pembiayaan perdagangan dan rantai pasok serta mendukung pengembangan ekosistem perdagangan yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).

 

Kerja sama tersebut membantu Bank SMBC Indonesia untuk memperluas pembiayaan bagi pelaku industri di berbagai segmen melalui unfunded risk participation scheme.

 

Dalam skema ini, ADB akan berperan sebagai mitra partisipasi risiko strategis bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok milik Bank SMBC Indonesia. Kemitraan ini dirancang secara pruden untuk memperkuat mekanisme kontingensi kredit yang sudah berjalan dan menjaga kualitas kredit Bank SMBC Indonesia senantiasa di level yang sehat.

 

“Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai,” kata Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito.

 

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas.”

 

Bank SMBC Indonesia akan tetap menjalankan seluruh proses origination, administrasi, pengelolaan, dan pemantauan transaksi.

 

Sebagai bagian dari program ADB dalam pembiayaan perdagangan dan rantai pasok, Bank SMBC Indonesia memastikan kerja sama ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang mencakup proses uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan. Kerangka kerja tersebut mendukung penerapan praktik perbankan yang berprinsip kehati-hatian dan sejalan dengan standar internasional.

 

Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok merupakan salah satu solusi strategis Bank SMBC Indonesia untuk bertumbuh bersama nasabah di setiap tahapan rantai nilai, dengan senantiasa meningkatkan kapabilitas sistem dan produk dari segmen korporasi hingga mikro.

 

Komitmen tersebut sejalan dengan pertumbuhan bisnis segmen korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia. Per akhir Juni 2026, Bank SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial sebesar 12,8% secara tahunan menjadi Rp116,5 triliun. 


Pertumbuhan kredit yang positif juga dicatatkan oleh segmen bisnis lainnya, seperti Jenius yang tumbuh 9,9% secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, BTPN Syariah yang tumbuh 8,7% secara tahunan menjadi Rp11,03 triliun, serta pembiayaan melalui anak usaha OTO & SOF yang meningkat 5,8% secara tahunan menjadi Rp31,89 triliun.

 

“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Sait




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

Ada rencana akusisi,Bursa Efek Indonesia memantau saham PT Oxala Energy International Tbk

Dalam informasi Bursa Effek Indonesia nomor Peng-UMA-00275/BEI.WAS/09-2026 menjelaskan peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar Untuk perlindungan investor, dengan ini di informasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham PIPA, kami ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut ...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.