Langsung ke konten utama

Sepanjang 2023–2025, pendapatan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk tumbuh 31,8%

 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMFI” atau “Perseroan”), bagian dari Garuda Indonesia Group, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  di Auditorium Hanggar 4 GMF. 

Pemegang saham menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi sebagai langkah strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya.

Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi yang dilakukan untuk menata kembali struktur ekuitas Perseroan melalui penghapusan saldo laba negatif (retained earnings deficit) yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu.

Dalam laporan   Perseroan terbaru, persetujuan tersebut mencakup dua mata acara, yaitu pelaksanaan kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan. RUPSLB dihadiri oleh 117.160.915.458 suara atau sebesar 93,8524235% dari total saham dengan hak suara yang sah.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kuasi reorganisasi merupakan bagian dari upaya Perseroan memperkuat fondasi keuangan.

“Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Andi.

Mengacu pada Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Januari 2026, saldo laba negatif Perseroan tercatat sebesar USD512,9 juta. 

Penghapusan saldo laba negatif tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar USD299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD1,1 juta, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar USD212,2 juta.

Pelaksanaan kuasi reorganisasi juga telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.

Sepanjang periode 2023–2025, GMFI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang konsisten. Pendapatan meningkat dari USD373,21 juta pada 2023 menjadi USD491,88 juta pada 2025 atau tumbuh 31,8%. Pada periode yang sama, laba operasional meningkat 118,7% menjadi USD60,57 juta, sementara laba bersih tumbuh 68,4% menjadi USD33,97 juta. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar USD6,76 juta.

Andi menambahkan bahwa kuasi reorganisasi akan menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan.

“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” tambah Andi.

Ke depan, GMFI akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan produktivitas operasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapabilitas teknologi dan transformasi digital, serta ekspansi bisnis melalui peningkatan kapasitas hanggar, penguatan segmen Defense & Government dan Industrial Solutions, hingga pengembangan lini bisnis aerostructure manufacturing. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kemitraan strategis baik di tingkat nasional maupun global.

Setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, Perseroan akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk masa pemberitahuan kepada kreditur selama 60 hari.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

Ada rencana akusisi,Bursa Efek Indonesia memantau saham PT Oxala Energy International Tbk

Dalam informasi Bursa Effek Indonesia nomor Peng-UMA-00275/BEI.WAS/09-2026 menjelaskan peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar Untuk perlindungan investor, dengan ini di informasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham PIPA, kami ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut ...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.