Langsung ke konten utama

PT Erajaya Swasembada Tbk melakukan diversifikasi bisnis

 PT Erajaya Swasembada Tbk (“Erajaya” atau “ERAA” atau “Perseroan”) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 yang didukung oleh kontribusi berbagai vertikal bisnis di dalam ekosistem perseroan. 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) , Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 25,- per lembar saham, dengan total nilai mencapai Rp 389,62 miliar kepada para pemegang saham. 

Keputusan tersebut sejalan dengan kinerja Perseroan sepanjang tahun buku 2025, di mana Erajaya membukukan penjualan bersih sebesar Rp Rp76,6 triliun, dengan laba kotor tercatat sebesar Rp8,35 triliun, dengan margin laba kotor sebesar 10,9%. 

Kinerja ini didukung oleh strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan secara konsisten, sehingga Perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan dinamika pasar sepanjang tahun.

“Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025. Kami akan terus memperkuat strategi diversifikasi dan inovasi bisnis, sehingga Erajaya dapat tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga pertumbuhan jangka panjang,” ujar Hasan Aula, Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk

Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus memperkuat strategi diversifikasi bisnis melalui pengembangan portofolio usaha di berbagai kategori. 

Selain mempertahankan bisnis inti distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi sebagai fondasi utama, Perseroan juga terus memperluas ekosistem bisnis melalui pertumbuhan berbagai vertikal usaha lain, termasuk Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food & Nourishment yang terus berkembang sebagai sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan. 

Sejumlah merek baru yang masuk ke dalam portofolio bisnis perseroan melalui anak usahanya antara lain CHAGEE pada vertikal Erajaya Food & Nourishment kemudian XPENG, merek kendaraan listrik (EV), serta ANTA dan Wilson, dua merek ritel apparel olahraga dari vertikal bisnis Erajaya Active Lifestyle.

Meski bisnis digital tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 74%, Perseroan terus memperkuat portofolio bisnis lainnya, dengan kontribusi international business sebesar 14,8%, active lifestyle 7,5%, dan food & nourishment 3,8%. 

Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi Perseroan dalam membangun pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan ke depan.

Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada Kuartal I 2026, di mana Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp22,4 triliun, meningkat 41,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kinerja positif ini didukung oleh performa yang kuat di seluruh vertikal bisnis Perseroan, sejalan dengan strategi diversifikasi yang terus dijalankan secara konsisten melalui pengembangan portofolio usaha dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Perseroan juga terus memperkuat ekosistem omnichannel terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh lini bisnis. 

Hingga Kuartal I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.400 jaringan ritel di Indonesia, didukung oleh penguatan ekosistem digital commerce serta program loyalitas pelanggan MyEraspace yang kini telah memiliki lebih dari 17,5 juta anggota.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis yang terus dijalankan, Perseroan juga memastikan setiap ekspansi dilakukan dengan tetap mengedepankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

Sepanjang tahun 2025, Perseroan menjalankan berbagai inisiatif ESG yang mencakup pengelolaan limbah elektronik, konservasi lingkungan di Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda Bandung, serta pengembangan pendidikan vokasi sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pencapaian yang kami raih hingga saat ini semakin memperkuat keyakinan bahwa strategi diversifikasi yang dijalankan Perseroan berada pada arah yang tepat. Memasuki tiga dekade perjalanan Erajaya, kami percaya fondasi bisnis yang telah dibangun selama ini akan menjadi kekuatan penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang sehat dan berkelanjutan,” tambah Hasan.

Memasuki 30 tahun perjalanan Erajaya pada 2026, Perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui ekspansi jaringan ritel khususnya di luar pulau Jawa, pengembangan portofolio bisnis, kemitraan strategis, serta berbagai peluang pertumbuhan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar. 

Sejalan dengan itu, Perseroan juga akan terus memperkuat berbagai inisiatif ESG sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga kemampuan Perseroan untuk tetap adaptif terhadap dinamika industri dan perubahan pasar yang terus berkembang.

PT Erajaya Swasembada Tbk  didirikan pada tahun 1996. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 2.400 gerai melalui ekosistem omnichannel, dengan portofolio ritel populer seperti Erafone, iBox, dan Urban Republic




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.