Dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, PTBumi SerpongDamai Tbk (Persee, BSDE) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,84 triliun sepanjang 2026.
Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk memperluas cadangan lahan guna mendukung pengembangan proyek-proyek perseroan di masa mendatang.
Dan sekitar Rp1,45 triliun atau hampir 79 persen dari total capex akan dialokasikan untukakuisisi lahanstrategis
Dan sepanjang tahun 2025, BSDE berhasil membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp10,00 triliun atau meningkat sekitar 3% secara tahunan dibandingkan hasil prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun.
Kontributor utama marketing sales berasal dari segmen residensial, khususnya produk rumah tapak di kawasan BSD City serta proyek-proyek township lainnya.
Pendapatan Usaha tercatat sebesar Rp12,79 triliun, sementara Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,55 triliun.
Dari sisi neraca, Jumlah Aset meningkat 4,27% menjadi Rp79,27 triliun dibandingkan Rp76,02 triliun pada tahun 2024.
Jumlah Ekuitas juga meningkat 11,31% menjadi Rp52,67 triliun, sementara posisi Kas dan setara kas mencapai Rp10,28 triliun pada akhir tahun 2025.
BSDE mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 8,68%, memberikan landasan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Hasil Keputusan RUPST dan RUPSLB Dalam RUPST ini, pemegang saham telah menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun yang dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp2,00 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha BSDE.

Komentar
Posting Komentar