Dalam keterbukaan infomasi Bursa Efek Indonesia meyebutkan adaya akuisi PT Bayu Buana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) terhadap PT Mandala Prima Perkasa.(MPP)
Kemudian dijelaskan Transaksi pengambilalihan (akuisisi) saham oleh Perseroan atas 226.040.500 (dua ratus dua puluh enam juta empat puluh ribu lima ratus) lembar saham PT Mandala Prima Perkasa (“MPP”) yang mewakili 100% (seratus) saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor di MPP yang dimiliki oleh PT Triputra Milenia Perkasa (“TMP”) dan PT Trisurya Inti Pratama (“TIP”)
Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah profil neraca dan profitabilitas grup.
Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham, dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000.
Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan kas sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000
Sementara itu menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp. 105.455.725.005,- sebagai berikut :
a. Menyisihkan sebesar Rp. 100.000.000,- untuk dana Cadangan Wajib sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
b. Membagikan dividen tunai sejumlah Rp.100 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 35.322.078.000 kepada para pemegang saham pemilik 353.220.780 saham yang telah dikeluarkan Perseroan, yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 14 April 2026 pukul 16:00 WIB.
c. Sisanya sebesar Rp. 70.033.647.005,- dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) telah beroperasi secara komersial sejak tahun 1972. Merupakan agen perjalanan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, pada tahun 1989. Selama 25 tahun terakhir, perusahaan ini terhubung dengan baik dengan banyak perusahaan penerbangan.

Komentar
Posting Komentar