Langsung ke konten utama

Pendapatan PT Solusi Sinergi Digital Tbk sebesar Rp1,66 triliun

 PT Solusi Sinergi Digital Tbk (“SURGE” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan laporan keuangan audit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, dengan mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan, profitabilitas, dan skala operasional.

 Sorotan Keuangan (FY2025 vs FY2024)

  • Pendapatan meningkat menjadi Rp1,66 triliun, dari Rp671,9 miliar (+147% YoY)
  • Laba Usaha mencapai Rp955,4 miliar, dibandingkan Rp344,9 miliar (+177% YoY)
  • EBITDA mencapai sekitar Rp1,15 triliun, dengan margin EBITDA sekitar 69%, mencerminkan leverage operasional yang kuat dan pemanfaatan jaringan yang efisien
  • Laba Bersih Tahun Berjalan meningkat menjadi Rp632,9 miliar (+176% YoY), yang terdiri dari Rp408,6 miliar yang diatribusikan kepada entitas induk dan Rp224,4 miliar yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali.
  • Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp1,46 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp629,0 miliar pada FY2024

 Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh layanan telekomunikasi, khususnya fiber-to-the-home (FTTH) dan bandwidth, serta kontribusi dari periklanan digital. Laba kotor meningkat menjadi Rp1,13 triliun, mencerminkan peningkatan efisiensi skala dan pemanfaatan jaringan yang lebih kuat.

Ekspansi Strategis: FTTH dan 5G FWA “IRA – Internet Rakyat”

Selain ekspansi FTTH yang berkelanjutan, SURGE telah memulai implementasi dan komersialisasi layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4GHz melalui merek “IRA – Internet Rakyat”.


Yune Marketatmo, Direktur Utama SURGE, menyatakan, “FY2025 merupakan tahun yang menentukan bagi SURGE, dengan kinerja keuangan dan eksekusi operasional yang kuat. Memasuki tahun 2026, implementasi platform 5G FWA ‘IRA – Internet Rakyat’ kami, bersama dengan ekspansi FTTH yang berkelanjutan, menjadi titik balik penting yang akan secara signifikan mempercepat laju pertumbuhan kami.”

 

Sementara itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“KAI”), operator kereta api nasional Indonesia, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (“SURGE”), dan PT Huawei Tech Investment (“Huawei”)  menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) strategis tripartit untuk mempercepat adopsi teknologi 5G+AI di seluruh sistem perkeretaapian Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan pengalaman penumpang.

 

Dalam MOU tersebut, ketiga pihak akan bersama-sama mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi canggih dalam tiga area utama:

  1. Kerja Sama Infrastruktur ICT (Information and Communication Technology)

Menghadirkan jaringan backbone dengan keandalan tinggi, cakupan nirkabel berkualitas di stasiun dan depo, serta solusi Cloud untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan fleksibilitas ekspansi layanan.

 

  1. Jaringan dan Aplikasi 5G FRMCS (Future Railway Mobile Communication System)

Menyediakan jaringan 5G FRMCS terdepan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan perkeretaapian, termasuk proyek percontohan di jalur Rangkasbitung – Tanah Abang untuk keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta secara cerdas.

 

  1. Deteksi Gerbong Barang Berbasis AI

Menerapkan analisis video berbasis AI untuk memungkinkan deteksi gangguan secara cerdas dan peringatan otomatis pada kereta barang, sehingga meningkatkan efisiensi perputaran dan mengurangi inspeksi manual.


Bobby Rasyidin, CEO PT Kereta Api Indonesia (Persero), menyampaikan, “KAI berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi mutakhir guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan perkeretaapian. Kolaborasi dengan SURGE dan Huawei ini akan mempercepat transformasi digital kami, memberikan manfaat bagi ratusan juta penumpang dan pelanggan angkutan barang di seluruh Indonesia.”

 

Yune Marketatmo, Direktur Utama SURGE, menyatakan, “Kolaborasi tripartit ini merupakan langkah penting dalam modernisasi sistem perkeretaapian Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian infrastruktur digital SURGE, teknologi mutakhir Huawei, serta kepemimpinan operasional KAI, kami menghadirkan solusi 5G+AI kelas dunia untuk perkeretaapian Indonesia.”




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertamina NRE dapat dividen dari CREC

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pertamina New & Renewabke Energy (Perseroan, Pertamina NRE) setelah mengakusisi 20 persen Citicore Renewable Energy Corporatin (CREC) Filipina 2025, tahun ini memperoleh dividen sering meningkatnya kinerja perusahaan dan naiknya harga saham CREC Dalam triwulan II tahun 2026,ada kenaikan kapitalisaso CREC 50 persen dar USD 600 juta menjadi USD 900 juta Sementara itu disisi lain,p embangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, telah mencapai progres 75%.  Pada tahap I ini, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kWp dan didukung sistem baterai 600 kWh dan pada tahap II akan dibangun PLTS 600 kWp dan baterai 400 kwh, sehingga total pengembangan keseluruhan sebesar 1 MWp dengan baterai 1 MWh.  Seluruh panel surya telah terpasang 100 persen di lokasi proyek, sementara sistem baterai telah berhasil dikirim dan me...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...