Langsung ke konten utama

Imigrasi Menangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam

 Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga  terlibat dalam aktivitas penipuan investasi daring.

Para WNA tersebut terjaring dalam operasi  pengawasan keimigrasian di sebuah apartemen di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam,  Kepulauan Riau, pada Rabu, tanggal 6 Mei 2026. 

Secara rinci, para WNA berasal dari Vietnam (125 orang), Republik Rakyat Tiongkok (84 orang)  dan Myanmar (1 orang).

Pengamanan dilakukan setelah ditemukan indikasi kuat bahwa para  WNA menjalankan aktivitas yang tidak sesuai dengan izin tinggal serta berpotensi  membahayakan ketertiban umum.

Sebanyak 163 orang berjenis kelamin laki-laki dan 47 orang  berjenis kelamin perempuan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para WNA menggunakan berbagai jenis izin tinggal, yakni 57 orang menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), 103 orang menggunakan Visa on Arrival  (VoA), 49 orang menggunakan Visa Kunjungan Indeks D12/B12, serta 1 orang menggunakan  Izin Tinggal Terbatas Investor.

Jenis izin tinggal dari mayoritas WNA yang diamankan tidak  dapat digunakan untuk aktivitas kerja atau operasional bisnis. 

“Kegiatan ini bermula dari informasi intelijen imigrasi yang diterima pada pertengahan April  2026 mengenai keberadaan sekelompok WNA dengan aktivitas mencurigakan di lokasi  tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan pengawasan tertutup, profiling,  serta pengumpulan bahan keterangan selama beberapa pekan. Dari hasil pemantauan,  diperoleh indikasi bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai pusat aktivitas yang terorganisir  dan tidak sesuai dengan tujuan izin tinggal,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam  Marantoko. 

Pada tanggal 6 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari 58 personel bergerak ke dua  lokasi sasaran.

Sekitar pukul 08.00 WIB, tim berhasil mengamankan 210 WNA di lokasi  apartemen.

Dari hasil identifikasi di lokasi, ditemukan pembagian ruang yang menunjukkan  adanya struktur operasional, mulai dari area kerja, tempat tinggal, hingga ruang kendali.

Selain  itu, tim juga mengamankan 10 paspor yang diduga terkait dengan pihak pengendali kegiatan di  lokasi lain.

Seluruh WNA kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Batam untuk pemeriksaan lebih  lanjut.

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan berbagai barang bukti, antara lain 131  unit komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, 52 monitor, perangkat jaringan, mesin  penghitung uang, serta 198 paspor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan perangkat elektronik,  ditemukan indikasi aktivitas penipuan investasi daring (scam trading) yang menyasar korban  warga negara asing, khususnya di kawasan Eropa dan Vietnam.

Modus yang digunakan antara  lain promosi melalui media sosial, dilanjutkan komunikasi intensif, hingga mengarahkan korban  untuk menanamkan dana pada platform investasi fiktif dengan iming-iming keuntungan tinggi. 

Para WNA tersebut diduga melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011  tentang Keimigrasian. Berdasarkan aturan tersebut, Pejabat Imigrasi berwenang menjatuhkan  Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap orang asing yang melakukan aktivitas  berbahaya, mengganggu ketertiban umum, atau melanggar peraturan perundang-undangan. 

Saat ini, para pelanggar telah ditempatkan di ruang detensi untuk menjalani proses lebih lanjut  berupa deportasi dan penangkalan. Namun, apabila dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan  unsur tindak pidana, Imigrasi akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau. 

"Komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi adalah memastikan kehadiran negara dalam  memberikan rasa aman bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami terus memperketat  pengawasan dan tidak akan mentoleransi aktivitas ilegal warga negara asing yang merugikan  publik. Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat' kami wujudkan melalui tindakan tegas terhadap setiap  pelanggaran hukum, demi memastikan bahwa hanya orang asing yang memberikan kontribusi  positiflah yang berada di Indonesia," tegas Hendarsam.





Ter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

Ada rencana akusisi,Bursa Efek Indonesia memantau saham PT Oxala Energy International Tbk

Dalam informasi Bursa Effek Indonesia nomor Peng-UMA-00275/BEI.WAS/09-2026 menjelaskan peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar Untuk perlindungan investor, dengan ini di informasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham PIPA, kami ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut ...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.