Langsung ke konten utama

PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya

 PT Vale mencatat kinerja operasional yang solid pada tahun 2025, dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton  sepanjang tahun. 

Hasil ini menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan 71.311 t yang dicapai pada 2024. Secara triwulanan, produksi 4T25 tercatat sebesar 17.052 t, atau sekitar 12% lebih rendah dibandingkan 19.391 t pada 3T25, terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan selesai pada Mei 2026. 

Dibandingkan dengan T24, ketika produksi mencapai 18.528 t, hasil produksi pada T25 tercatat sedikit lebih rendah, namun secara keseluruhan produksi sepanjang tahun tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. 

Hasil ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam menjaga keandalan operasional dan mengelola produksi secara efisien sepanjang tahun. 

Selain produksi utama nikel matte, PT Vale juga terus mencatat kemajuan dalam memperluas portofolio komersialnya tahun ini, termasuk melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi. 

Pada 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (“wmt”), dengan volume bulanan tertinggi pada Oktober sebesar 516.167 wmt. Secara keseluruhan, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan bijih saprolit sepanjang tahun.

Mencerminkan kinerja operasional yang stabil serta peningkatan berkelanjutan dalam efisiensi produksi, pengiriman nikel matte PT Vale mencatat kenaikan yang moderat pada 2025, mencapai 73.093 t dibandingkan 72.625 t pada 2024. 

Hal ini mendukung Perseroan dalam mempertahankan EBITDA yang solid sebesar AS$228,2 juta sepanjang tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara triwulanan, Perseroan membukukan EBITDA sebesar AS$61,9 juta, turun 17% dari triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya volume produksi. 

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada tahun 2025 tercatat sebesar AS$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan AS$13.086 per ton pada tahun sebelumnya. 

Meskipun berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku pada Juli tahun lalu, serta volume pengiriman yang lebih tinggi, mendorong kenaikan total pendapatan Perseroan menjadi AS$990,2 juta—meningkat 4% dari AS$950,4 juta pada tahun 2024. 

Secara triwulanan, pendapatan mencapai AS$284,8 juta, naik 2% dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat. Hal ini menegaskan komitmen kuat Perseroan bersama para pemegang saham dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang serta keyakinan terhadap prospek jangka panjang industri. 

Dari sisi biaya, meskipun Perseroan melaksanakan pemeliharaan besar pada salah satu furnace, Perseroan berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan yang kompetitif sebesar AS$9.339 per ton pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan AS$9.374 per ton pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini mencerminkan disiplin biaya yang kuat serta menghasilkan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar AS$11.201 per ton pada tahun 2022. Sementara itu, unit biaya kas penjualan untuk bisnis bijih nikel Perseroan tetap stabil pada kisaran AS$17–AS$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik untuk bijih saprolit campuran. Angka ini mencerminkan bijih yang sepenuhnya bersumber dari blok Bahodopi, mengingat penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas pada kegiatan pengambilan bulk sampling test. Aktivitas penambangan penuh di Pomalaa diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026. 

Sepanjang tahun, PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya.triwulan tersebut, harga HSFO turun sebesar 4%, sementara harga diesel dan batu bara masingmasing mengalami kenaikan moderat sebesar 6% dan 1%. 

Sepanjang tahun, Perseroan mengalokasikan sekitar AS$485,9 juta untuk belanja modal, meningkat 46% dibandingkan AS$332,1 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama mencerminkan belanja untuk proyek-proyek pengembangan serta kebutuhan modal sustaining. Per 31 Desember 2025, saldo kas Perseroan tercatat sebesar AS$376,3 juta, menunjukkan posisi keuangan yang solid untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek pertumbuhan secara tepat waktu.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi terkemuka yang beroperasi sejak 1968, berbasis di Sorowako, Sulawesi Selatan. Sebagai emiten BEI, Vale fokus pada praktik berkelanjutan (ESG), menggunakan energi terbarukan (PLTA), dan memperluas proyek smelter di Pomalaa, Bahodopi, serta Sorowako untuk memperkuat posisinya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.