Langsung ke konten utama

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk,tumbuh 10%,sepanjang tahun 2025.

 PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (“SMART” atau “Perseroan”) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Didukung oleh peningkatan harga pasar, penjualan bersih Perseroan tumbuh 10% mencapai Rp 86,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 2,58 triliun. 

Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan

Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Jimmy Pramono, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan ketangguhan model bisnis terintegrasi yang dijalankan Perseroan. “Kinerja tahun 2025 menunjukkan ketahanan sekaligus kemampuan Perseroan untuk terus bertumbuh. Hal ini didukung oleh model bisnis terintegrasi serta penguatan keunggulan operasional di seluruh rantai nilai, yang dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Jimmy.

Strategi Perseroan tetap berfokus pada peningkatan produktivitas melalui percepatan program peremajaan tanaman. Upaya ini dilakukan melalui konversi kebun tua dengan desain yang lebih optimal, penggunaan material tanam unggul, serta perluasan mekanisasi dan digitalisasi operasional. 

Perseroan juga terus memperkuat penciptaan nilai tambah melalui portofolio produk yang beragam dan jangkauan pasar yang luas. 

Didukung kemamputelusuran bahan baku, kapabilitas riset minyak dan lemak, serta fasilitas pengolahan modern, Perseroan secara bertahap bertransformasi dari bisnis berbasis komoditas menuju kemitraan dengan pelanggan, guna menghadirkan produk yang lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar.

Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan juga memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai berjalan secara bertanggung jawab melalui penerapan kerangka Collective for Impact sejak 2025, yang berfokus pada tiga pilar utama: Pengadaan yang Bertanggung Jawab, Kepedulian terhadap Planet, dan Pemberdayaan Manusia. Hal ini mencerminkan pendekatan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab keberlanjutan.

Dalam RUPST, pemegang saham SMART menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan

 dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2025.

Selanjutnya, pemegang saham Perseroan menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 270 per saham atau sejumlah Rp 775 miliar, berkisar 30% dari laba bersih Perseroan di tahun 2025.

Pada hari yang sama, Perseroan turut menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui penggabungan usaha PT Perusahaan Perkebunan Panigoran (Panigoran) dengan dan ke dalam Perseroan sebagai perusahaan penerima penggabungan, efektif per 22 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyederhanaan struktur perusahaan dan entitas anak.

Karena Panigoran merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh SMART, penggabungan ini tidak berdampak pada perubahan kepemilikan saham maupun kondisi keuangan Perseroan. Pasca penggabungan, tidak terdapat perubahan pada visi, misi, strategi bisnis, kegiatan usaha, struktur permodalan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi, maupun Anggaran Dasar Perseroan.

Jimmy menambahkan bahwa ke depan, Perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri yang terus berkembang. “Kami melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, seiring dengan meningkatnya kebutuhan global akan produk berbasis kelapa sawit. Dengan fondasi operasional yang kuat dan pendekatan yang disiplin, kami optimistis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Jimmy.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) didirikan pada bulan Juni 1962 dengan nama PT Maskapai Perkebunan Sumcama Padang Halaban. 

Kegiatan usahanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta pemurnian CPO menjadi produk industri dan konsumen seperti minyak goreng, margarin, mentega,



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...