Langsung ke konten utama

PT Ketrosden Triasmitra Tbk siapkan obligasi

 Dalam tahun 2026 PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR, Persero) menargetkan pendapatan Rp 1 Trilyun atau tumbuh 35 persen dari pendapatan yang mencapai 750 milyar

Sebelumnya,perusahaan infrastruktur kabel laut dengan 32 tahun pengalaman, menerbitkan obligasi senilai Rp 220 miliar untuk membangun Sistem Kabel Komunikasi Laut (SKKL) Median Ring Indonesia (Merindo) di Indonesia Tengah. 

Proyek ini akan memperkuat konektivitas digital di kawasan yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis.

Obligasi ini meraih instrument rating tertinggi idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menunjukkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial. 

Untuk memberikan keamanan maksimal bagi investor, obligasi dijamin penuh oleh GuarantCo, bagian dari Private Infrastructure Development Group (PIDG), sebuah lembaga penjaminan internasional yang fokus pada proyek infrastruktur di pasar berkembang.

Obligasi ditawarkan dalam 3 pilihan dengan total nilai maksimal Rp 250 miliar: Seri A (3 tahun, kupon 6,50%-6,70%), Seri B (5 tahun, kupon 6,80%-7,10%), dan Seri C (10 tahun, kupon 7,05%-7,25%). Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 11 Mei 2026.

"Dana Rp 220 miliar ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia Tengah. Kami akan membangun SKKL Merindo yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis, membawa konektivitas berkualitas tinggi ke kawasan yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur digital. Ini adalah langkah strategis dalam roadmap pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional," ujar Titus Dondi Patria, Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra, Tbk.

Penerbitan obligasi Rp 220 miliar ini merupakan tahap pertama dari program pembiayaan berkelanjutan senilai Rp 730 miliar yang dirancang untuk mempercepat pembangunan sistem kabel laut di Indonesia. 

SKKL Merindo akan menjadi proyek sistem kabel laut yang akan dikembangkan oleh Triasmitra setelah proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura, memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi.

Dana Rp 220 miliar akan dialokasikan untuk dua anak usaha Triasmitra: PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dan PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMI). JMP akan menggunakan dana untuk survei laut dan pembayaran uang muka material pembangunan SKKL Merindo, sementara TMI akan menggunakannya untuk biaya operasional pemeliharaan kabel yang sudah beroperasi.

SKKL Merindo dirancang untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia Tengah. Proyek ini akan menghubungkan wilayah strategis yang selama ini masih memerlukan penguatan konektivitas, membuka peluang pengembangan ekonomi digital, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat backbone telekomunikasi nasional. Penggelaran kabel dijadwalkan dimulai pada 2027.

Dengan penerbitan obligasi ini, Triasmitra konsisten menghadirkan solusi infrastruktur telekomunikasi yang mendukung pemerataan akses digital dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan yang masih memerlukan penguatan konektivitas.

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) didirikan pada tahun 1994 sebagai kontraktor untuk infrastruktur jaringan kabel darat. Perusahaan ini mulai melebarkan sayap sebagai kontraktor kabel bawah laut pada tahun 2011 lewat proyek sistem kabel Batam-Dumai.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...