PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG,Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 berlokasi di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Para pemegang saham menyetujui seluruh agenda RUPST 2026, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 yang telah diaudit.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 498 miliar atau Rp 47 per saham.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent, penuh dengan kehati-hatian, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip GCG di seluruh segmen bisnis.
“Sepanjang tahun 2025, Perseroan menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, inflasi yang belum sepenuhnya mereda di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian akibat perang dagang yang masih berlangsung. Di tengah situasi tersebut, Perseroan tetap menjaga ketahanan bisnis dan fokus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,”jelas Andrianto Oetomo.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus memperkuat kinerja bisnis pada sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan dengan mengedepankan praktik keberlanjutan. Atas pencapaian tersebut, DSNG kembali meraih pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar Forbes Asia’s Best Under A Billion dan Fortune Southeast Asia 500.
Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continues improvement, serta mengelola risiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk didirikan pada 29 September 1980 yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan.
Hingga akhir Desember 2025, Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam 111,9 ribu hektar dan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 675 ton per jam, yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO

Komentar
Posting Komentar