Langsung ke konten utama

PT Bank Maybank Indonesia akusisi Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII)

 PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII,Persero, Bank)  mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 51% saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII) pada Juni 2026. 

Akuisisi ini bertujuan menjadikan Maybank Indonesia sebagai pemegang saham pengendali baru AEII

Sementara itu PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) membukukan Laba sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp397 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 (1QFY26).

Bank membukukan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar Rp1,81 triliun, meningkat 2,1%, didukung beban bunga yang menurun serta komposisi pendanaan yang membaik. Net Interest Margin (NIM) tetap stabil pada level 4,3% Y-o-Y.

Meningkatnya volatilitas pasar akibat tekanan geopolitik global telah berdampak pada aktivitas perdagangan Global Markets (GM), khususnya transaksi surat berharga dan valuta asing. 

Dengan demikian, pendapatan terkait aktivitas GM turun menjadi Rp20 miliar dari Rp107 miliar. Pendapatan non-GM mencatat penurunan sebesar 17,6% Y-o-Y menjadi Rp382 miliar, seiring dengan menurunnya pendapatan recovery, meskipun, pendapatan fee terkait Premier Wealth tumbuh 20,0% Y-o-Y serta pendapatan fee terkait bisnis ritel yang membaik. 

Gross Operating Income tercatat sebesar Rp2,22 triliun dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban operasional naik 4,5% Y-o-Y sehubungan dengan kenaikan biaya tenaga kerja dan administrasi sejalan dengan aktivitas bisnis Bank. 

Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat sebesar Rp523 miliar, sedangkan beban pencadangan turun 47,9% Y-o-Y menjadi Rp123 miliar, mencerminkan kualitas aset membaik serta penerapan manajemen risiko yang pruden.

Fundamental bisnis inti tetap kuat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit di beberapa segmen diiringi profil pendanaan yang membaik. Namun, dengan Pendapatan Non-Bunga yang menurun, laba sebelum pajak (PBT) turun 21,5% Y-o-Y demikian juga PATAMI turun 20,5% menjadi Rp299 miliar.

Kualitas aset membaik, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,3% (gross) dan 1,4% (net) pada Maret 2026 dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Maret 2025.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...