Langsung ke konten utama

Phapros (PEHA) Mencetak Pertumbuhan Laba Bersih 113% di Kuartal 1/2026,Intan Abdams Katoppo Jadi Direktur Utama

 RUPS-LB PT Phapros Tbk (PEHA), perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia,menyetujui pengangkatan Komisaris Utama Alfi N. Rustam, Komisaris Independen Nurjayanto Kusumawardhono, Direktur Utama Intan Abdams Katoppo, dan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM: Ferdinand Troedu.

Sebelumnya, Direktur Produksi Ida Rahmi Kurniasih merangkap sebagai Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk. Kini, Phapros telah memiliki direktur utama yang dipercayakan kepada Intan Abdams Katoppo. Sebagai nakhoda baru PEHA, Intan memiliki banyak pengalaman dalam memimpin korporasi baik perusahaan swasta maupun BUMN.

Sebelumnya, PT Phapros Tbk berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih tahun 2025 sebesar 109% secara tahunan (year-on-year/y-o-y), PT Phapros Tbk (PEHA), mampu menjaga profitabilitas berkelanjutan di tahun 2026. 

Pada 3 bulan pertama tahun 2026, Phapros kembali membukukan pertumbuhan laba bersih signifikan yang mencapai 112,86% у-о-у.

Profitabilitas Phapros pada kuartal I/2026 ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp221,09 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp200,67 miliar. 

Di sisi lain, biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) pada kuartal 1/2026 hanya naik 5,04%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan. Alhasil, laba kotor perusahaan naik 16,59% menjadi Rp103,96 miliar dibandingkan dengan periode kuartal I/2025 Rp89,17 miliar.

Di samping mampu menjaga stabilitas COGS, beban usaha Phapros pada Januari - Maret 2026 juga relatif stabil hanya naik 7,35% y-o-y. Pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan dan kemampuan menjaga stabilitas COGS dan beban usaha, membuat Phapros mencetak laba bersih pada kuartal 1/2026 sebesar Rp761,49 juta, naik 112,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian Rp5,92 miliar.

Di sisi kas, PEHA juga mampu menjaga arus kas (cashflow) dengan baik. Arus kas perusahaan per 31 Maret 2026 positif sebesar Rp37,2 miliar, naik 289,0% dibandingkan dengan posisi per 31 Maret 2025 yang masih minus Rp19,6 miliar. Saldo kas di akhir periode juga naik 165% dibanding akhir Maret 2025.

Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, mengatakan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Phapros mampu menjaga kinerja keuangan dengan baik sehingga berhasil mencetak laba bersih. 

Menurutnya, Phapros konsisten menjalankan strategi optimalisasi semua chanel penjualan, menjaga kestabilan ketersediaan produk serta terus mengedepankan efisiensi biaya di semua lini. Tentu dengan tetap mengedepankan standar mutu yang tinggi dan kepatuhan kepada regulasi.

"Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan. Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan pada kuartal 1/2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 113%. Menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan dan biaya, kami sudah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun dan terus memantau perkembangan agar tetap adaptif. Tujuannya agar target penjualan, biaya dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan," ujar Ida

Obat generik bermerek (OGB) menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan pada Januari-Maret 2026. 

Penjualan OGB pada kuartal 1/2026 melonjak 59% menjadi Rp128,70 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp80,88 miliar. 

Kontribusi Obat Anti Tuberkulosis untuk Dewasa dan Anak serta Tablet Tambah Darah yang merupakan program penting pemerintah terkait TB, anemia dan stunting merupakan bentuk komitmen PEHA dalam menyehatkan masyarakat Indonesia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...