Langsung ke konten utama

PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)

 PT Solusi Sinergi Digital Tbk (“SURGE”, IDX: WIFI) dan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah bersama dari inisiatif strategis nasional dalam mewujudkan revolusi dan transformasi digital pendidikan tinggi Indonesia melalui penyediaan akses internet terjangkau dan pengembangan platform E-Learning Nasional berbasis Artificial Intelligence (AI).

 

Kolaborasi APTISI dan SURGE memiliki cakupan nasional, dengan ekosistem APTISI yang menaungi 4.095 PTS di berbagai wilayah Indonesia. 


Program ini diharapkan membantu PTS meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan tinggi, mendukung pembelajaran jarak jauh dan blended learning, serta memperkuat tata kelola akademik berbasis data.

 

Momentum strategis yang berlangsung khidmat di Auditorium Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., serta didukung penuh oleh jajaran Board of Shareholders SURGE sebagai wujud dukungan nyata terhadap penguatan kedaulatan digital nasional, pemerataan akses pendidikan tinggi, serta percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 


Kehadiran para tokoh nasional menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan, teknologi, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif, terjangkau, dan berdaya saing global bagi seluruh masyarakat Indonesia.

 

Acara ini juga menghadirkan Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Keynote Speaker dengan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%.” 


Dalam paparannya, Hashim menekankan bahwa pemerataan akses internet berkecepatan tinggi merupakan prasyarat penting untuk menciptakan keadilan pendidikan, terutama bagi mahasiswa di daerah dan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.

 

Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., dalam sambutan menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital merupakan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Beliau juga menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi PTS. Menurutnya, PTS merupakan kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pintu akses utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 

Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta. Karena itu, kerja sama APTISI dan SURGE ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Muhammad Budi Djatmiko.

 

APTISI menilai bahwa keberhasilan program ini tidak hanya membantu kampus menyediakan akses internet, tetapi juga dapat mengubah cara PTS mengelola pembelajaran, pelayanan akademik, riset, administrasi, promosi kampus, dan penguatan mutu berbasis data. Dalam jangka panjang, PTS diharapkan mampu memperluas jangkauan pembelajaran melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), blended learninghybrid learningmicrocredential, dan pembelajaran sepanjang hayat.

 

Kerja sama APTISI dan SURGE menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan tinggi swasta dan sektor teknologi dalam mendukung agenda nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, transformasi digital, dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Melalui kerja sama ini, SURGE dan APTISI memiliki visi bersama untuk mempercepat peningkatan mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32% menuju 40%, sejalan dengan rata-rata capaian negara-negara di Asia Tenggara.

 

Melalui kolaborasi strategis ini, APTISI dan SURGE tidak hanya membangun akses internet, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya ekosistem Kampus Digital PTS Indonesia, perguruan tinggi swasta yang terkoneksi, adaptif, inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya melahirkan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif di era digital. Kehadiran Menteri menjadi dukungan penting bagi percepatan transformasi digital pendidikan tinggi swasta sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

 

Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Prof. Brian Yuliarto.





 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...