PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (“Mitra Keluarga” atau “Perseroan”, IDX: MIKA) mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31Maret 2026.
Kinerja Keuangan Mitra Keluarga membukukan pendapatan sebesar Rp1.357 miliar pada 1Q26, meningkat 6,6%dibandingkan Rp1.272 miliar pada 1Q25. EBITDA juga tumbuh 5,7% menjadi Rp510 miliar dari Rp482miliar pada 1Q25.
Kinerja ini didukung oleh peningkatan layanan dengan kompleksitas lebih tinggi melalui Centers of Excellence, kontribusi pasien privat yang semakin besar, serta efisiensi biaya yang terus dijaga
Margin laba kotor dan margin EBITDA sedikit menurun, hal ini terutama dipengaruhi oleh perubahankomposisi layanan, faktor musiman selama periode Lebaran, serta pengakuan bonus karyawan pada1Q26 yang bersifat non-recurring.
Kinerja Operasional Dari sisi operasional, jumlah pasien rawat inap relatif stabil di level 72 ribu pasien, sejalan dengan 1Q25. Sementara itu, jumlah kunjungan rawat jalan tercatat sebesar 684 ribu kunjungan pada 1Q26, dibandingkan 704 ribu kunjungan pada 1Q25.
Sementara itu, jumlah kunjungan rawat jalan tercatat sebesar 684 ribu kunjungan pada 1Q26, dibandingkan 704 ribu kunjungan pada 1Q25.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh periode Lebaranyang pada 2026 seluruhnya jatuh di kuartal pertama (Maret), sedangkan pada 2025 dampaknya lebihtersebar antara Maret dan April.
Selain itu, moderasi pada volume pasien BPJS juga turut memengaruhi kinerja rawat jalan dan selama periode tersebut.
Di tengah penyesuaian volume tersebut, fokus Perseroan dalam memperkuat Centers of Excellencetetap mampu menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan nilai per pasien.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan average revenue per outpatient (ARPOP) dan average revenue per inpatient day (ARPIPD) masing-masing sebesar 11,6% dan 8,1%.
Peningkatan ini juga didukung oleh pemanfaatan layanan medis spesialis yang lebih tinggi, tercermin dari pertumbuhan High Complexity Revenue sebesar 27% secaratahunan pada 1Q26.
Pada 1Q26, kontribusi segmen privat meningkat menjadi 89% dari total pendapatan, dibandingkan 87%pada 1Q25.
Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pasien asuransi dan korporasi, dengankontribusi gabungan naik dari 57% menjadi 61%.
Hal ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaanterhadap layanan medis Perseroan yang berkualitas dan berfokus pada spesialisasi. Sepanjang 1Q26,
Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp257 miliar dari total anggaran Rp1,0triliun, dengan alokasi terbesar untuk pengembangan rumah sakit baru dan pengadaan peralatan medis.
Investasi ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memperluas jaringan layanan sertameningkatkan kapabilitas klinis melalui teknologi medis modern.
Pada periode yang sama, Net Operating Cycle (NOC) Perseroan membaik menjadi -15 hari, dibandingkan-6 hari pada 1Q25.
Perbaikan ini mencerminkan efisiensi pengelolaan modal kerja, yang didukung olehpengelolaan piutang dan persediaan yang baik serta pengendalian kewajiban usaha.
NOC yang tetapnegatif menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga likuiditas yang sehat dan fleksibilitasoperasional di tengah ekspansi dan peningkatan layanan.
Per 31 Maret 2026, Mitra Keluarga berada dalam posisi keuangan yang solid dengan saldo kas bersihsebesar Rp2,95 triliun dan tanpa pinjaman bank, mencerminkan neraca keuangan yang sehat sertadisiplin pengelolaan keuangan yang kuat.
Mitra Keluarga mendirikan rumah sakit pertamanya pada tahun 1989 dan pada saat ini Mitra Keluargamemiliki dan mengoperasikan 32 rumah sakit, dimana 19 diantaranya berlokasi di Jabodetabek, 6 di JawaBarat, 5 di Surabaya (Jawa timur), dan 2 di Jawa tengah.
Setiap rumah sakit dilengkapi dengan ruanggawat darurat, klinik rawat jalan, kamar rawat inap, ruang operasi, unit perawatan intensif dan farmasi, serta menyediakan layanan laboratorium dan radiologi. Rumah sakit juga menawarkan layanankhusus seperti kebidanan, pediatri, penyakit dalam, angioplasti, bedah ortopedi dan bedah saraf.

Komentar
Posting Komentar