PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anaknya (“Kalbe” atau “Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian tidak audit 31 Maret 2026.
Perseroan mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 10,1% YoY, didukung oleh pertumbuhan positif di seluruh segmen Obat Resep, Produk Kesehatan, Nutrisi, serta Distribusi dan Logistik. Margin laba kotor menurun akibat kenaikan harga bahan baku, dampak pelemahan kurs Rupiah, dan bauran produk.
Margin laba usaha dan margin laba bersih yang juga mengalami penurunan karena peningkatan pada beban pokok penjualan dan beban operasional. Ke depan, Perseroan akan berfokus pada pengamanan pasokan bahan baku dan ketersediaan produk, serta tetap menjaga keunggulan operasional.
“Di tengah gejolak eksternal, kami mempertahankan kinerja positif di kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan volume permintaan serta bertambahnya bisnis baru dari prinsipal eksternal. Ketidakpastian geopolitik mendorong Perusahaan untuk berfokus mengamankan rantai pasok dan ketersediaan produk bagi pasien dan konsumen. Berbagai inisiatif strategis jangka panjang seperti ekosistem onkologi, pengembangan obat biologis dan alat kesehatan berjalan sesuai rencana dan kami melanjutkan rejuvenasi brand pada kategori produk konsumer agar tetap relevan dengan tren konsumen saat ini. Walaupun menghadapi ketidakpastian dari kondisi finansial dan geopolitik global, kami percaya bahwa Perseroan mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan Indonesia untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady.
Penjualan bersih meningkat sebesar 8,5% YoY, didukung oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen. Kalbe juga tetap menghadirkan obat generik tanpa merek untuk terus mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta memperkuat posisi di pasar farmasi dengan melanjutkan inovasi obat-obatan biologis, ekosistem onkologi, terapi sel, dan vaksin
Penjualan bersih meningkat sebesar 3,2% YoY, terutama didorong oleh pertumbuhan pada kategori suplemen kesehatan. Kalbe akan melanjutkan inisiatif rejuvenasi brand serta pengembangan produk pada kategori preventif dalam jangka panjang.
Penjualan bersih meningkat sebesar 1,6% YoY karena adanya perbaikan di beberapa segmen. Ke depan, Kalbe akan terus berfokus pada pengembangan produk kategori lifestyle dan produk likuid ready-to-drink agar dapat mendorong pertumbuhan, sementara inisiatif branding akan terus dijalankan untuk memperkuat persepsi pasar. Portofolio produk yang ekstensif mencakup seluruh usia dapat menjadi sumber pertumbuhan dalam jangka panjang seiring dengan meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat.
Penjualan bersih meningkat sebesar 21,1% YoY seiring dengan pertumbuhan produk prinsipal eksternal. Di tengah dinamika perekonomian dan strategi untuk membangun ketahanan kesehatan, Kalbe terus memperkuat kapabilitas produksi alat kesehatan lokal sebagai sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.
Di tengah risiko geopolitik dan fluktuasi keuangan global, Perseroan terus mengelola rantai pasokan dan persediaan. Posisi kas yang kuat akan dipergunakan untuk mengamankan kebutuhan bahan baku, bahan kemasan dan barang jadi untuk mengoptimalkan ketersediaan produk untuk masyarakat. Untuk menghadapi tekanan margin ke depan, Perseroan akan terus menjaga efisiensi bisnis dengan pemanfaatan digitalisasi serta mengelola efektivitas pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan. Perseroan juga mengelola penggunaan mata uang asing untuk keperluan impor bahan baku.
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka paling terintegrasi di Asia Tenggara
Kalbe kini memiliki 50 anak perusahaan dan 22 fasilitas produksi berstandar lokal dan internasional, dan didukung oleh sekitar 16.000 karyawan, yang tersebar di 72 cabang di seluruh Indonesia.

Komentar
Posting Komentar