Langsung ke konten utama

PT Jababeka Tbk ("Perseroan") mendapat pinjaman dari Bank Mandiri

 PT Jababeka Tbk ("Perseroan") mengirim surat ke Bursa Efek Indonesia dengan nomor 037/KIJA-CS/V/2026 mengenai Penyampaian Keterbukaan Informasi atas Fasilitas Pinjaman  PT Jababeka Tbk ("Perseroan").

Dalam surat tersebut dijelaskan perseroan telah menandatangani Perjanjian Fasilitas (sebagai penerima pinjaman) dengan Bank Mandiri pada tanggal 13 Mei 2026 (Perjanjian Kredit) yang akan digunakan untuk refinancing atas Senior Notes Perseroan sebesar USD 185.856.000 melalui fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dari Bank Mandiri, dengan rincian sebagai berikut:

 Nilai pokok pinjaman: 

1. Term Loan 3 dengan nilai ekuivalen Rupiah atas saldo Senior Notes, yang akan digunakan untuk refinancing Senior Notes Perseroan; 

dan 2. Term Loan 4 sebesar Rp70 miliar yang akan digunakan untuk keperluan general corporate purposes Perseroan. 

Dan tujuan pinjaman: refinancing atas Senior Notes Perseroan sebesar USD 185.856.000 dan keperluan general corporate purposes Perseroan 

Sedangkan jatuh tempo Pinjaman : 

Maksimum selama 182 (seratus delapan puluh dua) bulan sejak penandatanganan Perjanjian Kredit termasuk masa availability period dan grace period. 

Sehubungan dengan fasilitas pembiayaan tersebut, Perseroan akan memberikan jaminan berupa sejumlah aset milik Perseroan dan entitas anak dengan total nilai jaminan yang memenuhi rasio coverage sebesar 120% dari nilai pinjaman.

Adapun, manfaat utama dari transaksi ini meliputi: 

-Perpanjangan profil rata-rata jatuh tempo utang Perseroan melalui tenor baru selama 15 tahun - Refinancing Senior Notes secara proaktif jauh sebelum jatuh tempo pada Desember 2027 

- Penguatan posisi likuiditas dan fleksibilitas keuangan Perseroan - Penyelarasan struktur pembiayaan dengan mata uang pelaporan Perseroan guna mengurangi risiko volatilitas nilai tukar dan - Pengurangan risiko refinancing di tengah kondisi volatilitas pasar yang tinggi

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (kode saham BEI: KIJA) Perusahaan ini mengelola kawasan seluas 5.600 hektar yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 perusahaan lokal dan multinasional dam berpusat di Cikarang







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...