Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;
b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;
c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan
d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026
perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru.
Pada tanggal 8 Desember 2025, Perusahaan telah melakukan perjanjian jual beli dengan PT Presisi Manufaktur Indonesia untuk membeli 10 unit mesin baru TPM-C400K dengan harga keseluruhan sebesar Rp6.000.000.000, termasuk PPN. Sesuai dengan perjanjian tersebut, pembayaran pembelian akan dilakukan sebagai berikut:
Setelah uji coba mesin tersebut cocok dan berjalan lancar maka Perusahaan akan membayar uang muka sebesat 20% atau sebesar Rp1.200.000.000 termasuk PPN;
Setelah Bill of Lading terbit, Perusahaan akan membayar sisa uang muka sebesar 10% atau sebesar Rp600.000.000 termasuk PPN;
Sisa pembayaran akan diangsur 12 kali secara bulanan sebesar Rp350.000.000 termasuk PPN. Satu unit mesin untuk dilakukan uji coba telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Desember 2025 dan Sembilan mesin sisanya telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Februari 2026.
Sampai dengan tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan telah melakukan pembayaran uang muka pembelian mesin sebesar Rp1.861.621.622
Selain itu pada tahu 2026, perseroan saat ini menjalankan kegiatan usaha di bidang industri alat kesehatan yang didukung oleh fasilitas produksi serta peralatan manufaktur modern, termasuk mesin Computer Numerical Control (CNC).
Seiring dengan perkembangan usaha serta dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan aset produksi yang dimiliki, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usaha berupa produksi Barang Logam Lainnya yang akan difokuskan pada penyediaan jasa machining atau jasa pemrosesan komponen logam menggunakan mesin CNC.
Perseroan memandang bahwa penambahan kegiatan usaha ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan usaha serta mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kegiatan usaha Perseroan di masa yang akan datang.
Dalam rencana pengembangan usaha Perseroan diproyeksikan akan memberikan laba bersih sebesar Rp. 4,40 miliar pada tahun 2026, Rp. 5,60 miliar pada tahun 2027, Rp. 5,41 miliar pada tahun 2028, Rp. 5,76 miliar pada tahun 2029 serta Rp. 5,56 miliar pada tahun 2030.

Komentar
Posting Komentar