Langsung ke konten utama

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial 16,8% di tahun 2025

 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMFI” atau “Perseroan”), sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) . Bertempat di Auditorium Garuda Indonesia, RUPSLB dihadiri oleh 117.047.128.927 suara atau sebesar 93.76% pemegang saham, sementara RUPST dihadiri oleh 117.437.717.575 suara atau sebesar 94.07% pemegang saham, dengan sejumlah keputusan strategis yang disetujui dalam rapat. 

Pada RUPSLB, rapat menyetujui penyesuaian, penambahan, dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Surat BP BUMN, Surat Danantara Asset Management, penyesuaian Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2025), dan penyelarasan dengan Anggaran Dasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Pada RUPST, rapat menyetujui sejumlah mata acara di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2025, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025, Penetapan Gaji/Honorarium Berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 serta Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 bagi Pengurus Perseroan, Penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahun Buku 2026, Persetujuan Pelimpahan Wewenang dan Kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan dalam Menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026 – 2030 dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2027 termasuk Perubahannya, dan Penerimaan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.  

GMFI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan usaha mencapai USD491,9 juta (Rp8,25 triliun) pada tahun 2025, tumbuh 16,8% dari tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2025, Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar USD33,9 juta (Rp570 miliar), naik signifikan sebanyak 26,3% dibanding tahun 2024 sebesar USD26,9 juta (Rp451 miliar).  

Lebih lanjut, kinerja Perseroan juga meningkat dari sisi neraca dengan total aset melesat menjadi USD813 juta (Rp13,6 triliun) atau tumbuh 91,5% dari tahun sebelumnya. 

Struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan ekuitas berbalik dari yang sebelumnya negatif sebesar USD257,9 juta (-Rp4,33 triliun) menjadi positif sebesar USD114,6 juta (Rp1,92 triliun). 

Peningkatan kinerja ini turut didukung oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap Perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif.  

Peningkatan kinerja finansial Perseroan ditopang oleh transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun 2025, mulai dari peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan berbagai sertifikasi dan kualifikasi internasional.  

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menyampaikan, “Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid.” 

Pada tahun 2025, GMFI berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan kontribusi pendapatan dari segmen non-group-afiliasi yang mencapai USD141,3 juta atau setara 28,7% dari total pendapatan. Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI berhasil mempertahankan kepercayaan existing customer seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus memperluas basis customer baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air. 

Sepanjang tahun 2025, GMFI juga berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sebagai bagian dari sinergi Garuda Indonesia Group dalam mengoptimalisasi kesiapan armada penerbangan nasional.  

Pada sektor pertahanan, GMFI berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737-800.

 Perseroan memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.  

Lini bisnis non-commercial aircraft, khususnya SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan capaian pendapatan sebesar USD36,7 juta atau tumbuh 59,9% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi Perseroan. 

Di sisi pengembangan kapabilitas dan ekspansi bisnis, GMFI mencatatkan sejumlah tonggak strategis, termasuk groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) serta dimulainya kerja sama dengan Pelita Air dalam pemanfaatan hanggar milik Pelita Air Service di Bandar Udara Pondok Cabe untuk layanan perawatan pesawat tipe propeller.

 Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan hangar door di Hanggar 1 guna memperkuat kapasitas operasional yang selaras dengan standar internasional, khususnya European Union Aviation Safety Agency (EASA). 

“Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global,” ujar Andi. 

Kinerja keuangan GMFI di awal tahun 2026 menunjukkan performa yang solid, didorong oleh fundamental operasional yang semakin sehat. Pada Kuartal I 2026, Perseroan berhasil membukukan laba berjalan sebesar USD6,76 juta dan pendapatan usaha sebesar USD114,94 juta.  

GMFI menargetkan total pendapatan tahunan sebesar USD542,8 juta dengan estimasi laba bersih mencapai USD35,1 juta. Target ini akan dicapai melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis profitable.  

“Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya,” pungkas Andi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...