Langsung ke konten utama

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk rencana merger dua anak usahanya

 PT  Dayamitra  Telekomunikasi  Tbk  (“Mitratel”,  IDX:  MTEL,Persero) mengumumkan rencana penggabungan usaha yaitu PT Persada Sokka Taman (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) tanggal 1 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu PT  Dayamitra  Telekomunikasi  Tbk  juga mengumumkan sepanjang 2025, Mitratel mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan  (YoY).  

Kinerja  ini  tetap  didorong  oleh  bisnis  menara  sebagai  core  business  dengan kontribusi  sebesar  81,8%  terhadap  total  pendapatan,  mencerminkan  kekuatan  model  bisnis Perseroan  yang  resilient  dan  recurring.  

Sementara  itu,  lini  bisnis  fiber  terus  menunjukkan akselerasi  pertumbuhan  dengan  kontribusi  sebesar  6%  terhadap  total  pendapatan  dan pertumbuhan  signifikan  sebesar  18,1%  YoY,  memperkuat  arah  transformasi  Mitratel  menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi.

Dari  sisi profitabilitas, Perseroan  membukukan EBITDA  sebesar  Rp7,83 triliun, meningkat  1,8% YoY, dengan EBITDA margin yang tetap tinggi di level 82,2%. 

Laba bersih tercatat sebesar Rp2,12 triliun,  tumbuh  0,6%  YoY,  dengan  net  profit  margin  sebesar  22,2%.  

Kinerja  ini  mencerminkan disiplin eksekusi strategi, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas.

Direktur  Utama  Mitratel,  Theodorus  Ardi  Hartoko,  menyampaikan  bahwa  pencapaian  ini menegaskan ketahanan dan relevansi strategi jangka panjang Perseroan.

“Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang  kuat,  sekaligus  memperkuat  fondasi  pertumbuhan  jangka  panjang.  Kami  secara  disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara  sebagai core,  serta  mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujar  Theodorus  Ardi  Hartoko

Lebih lanjut, Perseroan akan terus memperkuat posisi sebagai Next-Generation Tower Company melalui  optimalisasi  utilisasi  aset,  peningkatan  kolokasi,  serta  ekspansi  layanan  infrastruktur digital berbasis kebutuhan pelanggan.

“Kami  melihat  peluang  pertumbuhan  yang  semakin  besar  seiring  meningkatnya  kebutuhan konektivitas  nasional.  Mitratel  akan  terus  memperluas  kapabilitas  sebagai  mitra  strategis  bagi operator dan pelaku industri digital, dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future- ready,” tambah Theodorus.

Dari  sisi  operasional,  hingga  akhir  Desember  2025,  Mitratel  mengoperasikan  40.230  menara, tumbuh 2,1% YoY. Jumlah kolokasi meningkat signifikan menjadi 22.854 atau tumbuh 11,7% YoY, mencerminkan kuatnya demand terhadap model sharing infrastructure. Total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,57x, mempertegas peningkatan produktivitas aset Perseroan. Secara keseluruhan termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.

Pada  lini  fiber,  panjang  fiber  billable  mencapai  70.618  km  atau  tumbuh  15,6%  YoY,  dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23x. Capaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan  monetisasi  jaringan  sekaligus  memperkuat  peran  fiber  sebagai  growth  engine baru.

Dengan  fundamental  keuangan  yang  kuat,  struktur  biaya  yang  efisien,  serta  strategi  ekspansi yang  terarah  dan  disiplin,  


Mitratel  optimistis  dapat  terus  menjaga  momentum  pertumbuhan, memperkuat  posisi  kepemimpinan  di  industri,  serta  menciptakan  nilai  jangka  panjang  yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...