Langsung ke konten utama

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mendapat kontrak panjang sewa kapal HAI LONG 106.

 Memasuki tahun 2026 PT Cakra Buana Resources Energi Tbk(CBRE,perseroan)  telah memperoleh kontrak kerjasama jangka panjang atas kegiatan sewa kapal HAI LONG 106.  dengan sistem (time charter) dengan PT Gunanusa Utama Fabricators. 

Kontrak jangka panjang sekitar 8 tahun dengan nilai sebesar USD 262,8 juta atau perkiraan menghasilkan pendapatan USD 32,8juta pertahun.

Sebelumnya,perseroan melakukan pembelian aset berupa kapal jenis Offshore Service Vessel (OSV) tipe Pipe Laying & Lifting Vessel atas nama kapal HAI LONG 106. 

Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan KBLI 50141 (Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum) & KBLI 5229 (Aktivitas Penunjang Perairan Lainnya). 

Dalam laporan keuangan pada tahun 2025, Perseroan berupaya menjaga kinerja keuangan di tengah dinamika usaha yang dihadapi. 

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp55,16 miliar, turun dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp62,17 miliar. 

Laba Bruto Gross Profit Pada tahun 2025, laba bruto tercatat sebesar Rp1,52 miliar. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 74,95% atau setara Rp4,54 miliar dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp6,05 miliar. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan dan beban pokok pendapatan

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Perseroan juga mengelola struktur keuangan secara disiplin dan relatif stabil, dengan total aset sebesar Rp2,05 triliun, liabilitas sebesar Rp1,96 triliun, serta ekuitas sebesar Rp46,91 miliar.

Perseroan mencatatkan peningkatan laba per saham, baik dasar maupun dilusian. Laba per saham dasar mencapai Rp15,50, naik Rp4,12 dari Rp11,38 pada tahun sebelumnya. 

Sementara, laba per saham dilusian tercatat sebesar Rp12,88, naik sebesar Rp1,50 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11,38.

Perseroan juga  telah memperoleh persetujuan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 18 Desember 2025 berupa penerbitan saham baru melalui mekanisme Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (MHMETD) dengan jumlah maksimal sebanyak 48 miliar saham dan nilai nominal Rp25 per saham. 

Melalui aksi korporasi ini, Perseroan menargetkan perolehan dana hingga Rp1,2 triliun, yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung kebutuhan strategis Perseroan. 

Dana hasil rights issue direncanakan untuk melunasi sebagian kewajiban kepada pihak ketiga, memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional, serta membiayai ekspansi armada melalui belanja modal. 

Dana hasil rights issue  juga direncanakan untuk melunasi sebagian kewajiban kepada pihak ketiga, memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional, serta membiayai ekspansi armada melalui belanja modal. 

Salah satunya  belanja modal tersebut mencakup pembelian satu unit Pipe-Laying and Lifting Vessel dengan nilai sekitar USD100 juta (setara ± Rp1,63 triliun) yang telah disepakati pada Agustus 2025, sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan pengembangan usaha Perseroan










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.