Langsung ke konten utama

PT Blue Bird Tbk akusisi tanah di Mampang Prapatan Jakarta Selatan

 Bursa Efek menerima surat PT Blue Bird Tbk dengan nomor No.000 1 2/2. 0070-00/BS/06/001 68/1 l//2026 yang isinya laporan ini sehubungan rencana PT Blue Bird Tbk (selanjutnya disebut "Pemberi Tugas" atau "BIRD" atau "Perseroan:") melakukan akuisisi tanah seluas 780 m2 yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan dimiliki PT Pusaka Buana Utama (selanjutnya disebut "PBU) yaitu entitas terafiliasi dengan Perseroan karena adanya kesamaan pemegang saham dan manajemen.

Perseroan telah meminta Konsultan Penilai lndependen, Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan ("KJPP MPR'), Penilai lndependen yang terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK') Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK"), untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi

Sebagaimana draft PPiB yang menjadi referensi analisis kewajaran dan menjadi dokumen yang akan ditandatangani dengan total nilai pembelian atas Tanah seluas 780 m2 yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan,,Jakarta Selatan yaitu sesuai hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Ruky, Safrudin & Rekan sesuai 

Laporan Penilaian Nomor 00497/2.0095-01/Pl/06/004611l|V12026 tertanggal 17 April 2026, sebesar Rp37.830.000.000. 

Dengan jumlah ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 sesuai Laporan Keuangan Audit yang diterbitkan oleh KAP Mirawati Sensi ldris dan ditandatangani oleh Auditor Denny Susanto tertanggal 30 Maret 2026, tercatat sebesar Rp6.326.236 juta, maka atas Rencana Transaksi tersebut tidak dikategorikan sebagai Transaksi Material karena sesuai batasan nilai materialitas sesuai pasal 3, POJK Nomor 171POJK,0412020 masih jauh dibawah 20% dari ekuitas Perseroan. 

Penandatangan jual beli tanah antara PT Blue Bird Tbk dan  PT Pusaka Buana Utama dilakukan tanggal 8 Mei2026 dan selanjutnya tanggal publikasi keterbukaan infirmasi tanggal 12 Mei 2026






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...