Langsung ke konten utama

PT Barito Renewables Energy Tbk mencatat pendapatan konsolidasian meningkat 9,8% periode kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026

 PT Barito Renewables Energy Tbk (“Barito Renewables”, “BREN”, atau “Perseroan”)  mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026. 

Perseroan mencatatkan awal tahun yang kuat, didukung oleh operasi panas bumi yang stabil, peningkatan produksi listrik dari segmen angin, serta pengelolaan biaya yang disiplin. 

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan: “Kami dengan senang hati melaporkan awal tahun 2026 yang kuat, didukung oleh kinerja yang stabil dari portofolio panas bumi serta kontribusi yang kuat dari segmen angin, yang mencatatkan salah satu tingkat produksi tertinggi :. 

Operasi panas bumi Perseroan terus memberikan produksi listrik yang konsisten dan andal selama kuartal ini berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama 2026, yang semakin memperkuat fondasi operasional Perseroan ke depan.

 Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan biaya pendanaan, Perseroan berhasil mencatat peningkatan margin dan profitabilitas. 

Ke depan, fokus dalam mengeksekusi proyek ekspansi serta memperkuat posisi sebagai salah satu platform energi terbarukan terkemuka di Indonesia.

Untuk periode kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026, Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$165 juta, meningkat 9,8% secara tahunan, didorong oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta kinerja kuat dari segmen angin. 

EBITDA meningkat 11,4% menjadi US$145 juta, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 87,6% dari 86,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang kuat. 

Laba bersih setelah pajak meningkat 24,0% secara tahunan menjadi US$53 juta, didukung oleh penurunan biaya pendanaan. 

Perseroan juga mempertahankan struktur keuangan yang solid, dengan total aset sebesar US$3,94 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 2,23x per 31 Maret 2026. 

Secara operasional, Perseroan terus memperkuat portofolio panas bumi serta keunggulan operasionalnya. 

Proyek retrofit Wayang Windu berhasil diselesaikan pada kuartal pertama 2026, sehingga meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan menjadi 926 MW, sekaligus meningkatkan kinerja dan efisiensi pembangkit secara keseluruhan. 

Ke depan, Perseroan akan terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utama, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, yang diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas panas bumi Perseroan menjadi lebih dari 1.000 MW pada akhir tahun 2026.

 Selain itu, Star Energy Geothermal, anak perusahaan Perseroan, memperoleh penghargaan PROPER Emas, yaitu penghargaan lingkungan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sebagai bentuk pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang unggul serta terhadap penerapan prinsip keberlanjutan yang melampaui kepatuhan terhadap regulasi. 

Business Pencapaian ini semakin memperkuat fokus Perseroan terhadap keunggulan operasional, keberlanjutan, serta pengembangan energi yang bertanggung jawab dalam mendukung transisi energi di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen Perseroan dalam menerapkan pendekatan pertumbuhan yang disiplin guna memastikan kinerja yang konsisten serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pendapatan Konsolidasian sebesar US$165 juta: Pendapatan konsolidasian untuk 3M 2026 mencapai US$165 juta, meningkat 9,8% secara tahunan dari US$150 juta pada 3M 2025. 

Pertumbuhan ini terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta peningkatan kinerja dari segmen angin selama periode berjalan. 

EBITDA Konsolidasian sebesar US$145 juta: EBITDA tercatat sebesar US$145 juta, mencerminkan kinerja operasional yang solid serta pengelolaan biaya yang disiplin. Margin EBITDA meningkat menjadi 87,6%, dibandingkan 86,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Business Laba Bersih sebesar US$53 juta: 

Laba bersih setelah pajak mencapai US$53 juta, didukung oleh penurunan biaya pendanaan. Penurunan beban bunga tersebut mencerminkan dampak berkelanjutan dari inisiatif optimalisasi utang yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. 

Total Assets and Total Liabilities: Per 31 Maret 2026, total aset meningkat menjadi US$3,94 miliar, sementara total liabilitas meningkat sedikit menjadi US$3,01 miliar. Perseroan tetap mempertahankan struktur permodalan yang solid, dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) membaik menjadi 2,23x serta rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity ratio) sebesar 1,77x.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...