PT ASTRA INTERNATIONAL TBK mengumumkan tahap ketiga program pembelian kembali saham (share buyback) hingga Rp2,0 triliun
Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal pertama tahun 2026 adalah sebesar Rp78,7 triliun, 6% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2025.
Laba bersih Grup mencapai Rp5,9 triliun, 16% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Hal ini disebabkan oleh kinerja yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, serta volume yang lebih rendah di bisnis alat berat dan bisnis jasa penambangan.
Selain itu, pada periode ini, Grup mencatat beberapa non-recurring charges dan penyesuaian nilai wajar atas investasi-investasi ekuitas. Tanpa memperhitungkan hal ini, laba bersih Grup turun 8% menjadi Rp6,8 triliun.
Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2026 naik sebesar 2% menjadi Rp5.810.
Utang bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp1,8 triliun pada 31 Maret 2026, dibandingkan dengan kas bersih Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas, dan pembelian kembali saham. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp66,0 triliun pada 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025.
Perseroan telah mengumumkan tahap ketiga program pembelian kembali saham (share buyback) hingga Rp2,0 triliun
Menurut Presiden Direktur Rudy,Pada kuartal pertama tahun 2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut.
Sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham, Astra melanjutkan pelaksanaan program pembelian kembali saham pada kuartal pertama tahun ini, dimana sampai saat ini, total pembelian kembali saham yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp2,7 triliun. PT United Tractors Tbk ("UT") juga melanjutkan program pembelian kembali saham mereka pada kuartal pertama tahun ini. Sejak program tersebut dimulai pada bulan November 2025, total pembelian kembali saham mencapai Rp3,0 triliun.
Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan."

Komentar
Posting Komentar