Langsung ke konten utama

MBMA Manfaatkan Sisa Bijih Tambang untuk Dukung Pasok Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik

 PT Merdeka Battery Materials Tbk ("MBMA", BEI: MBMA) memperkuat penerapan praktik ekonomi sirkular dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik melalui pengembangan fasilitas pengolahan Acid Iron Metal (AIM). 

Fasilitas AIM dibangun oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), usaha patungan antara MBMA dan Eternal Tsingshan Group Limited. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi MBMA dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya mineral di lingkungan Grup Merdeka. 

Teddy Oetomo, Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, mengatakan MBMA ingin memastikan pengembangan bisnis perusahaan tetap berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal. 

"Pengembangan industri kendaraan listrik perlu didukung rantai pasok yang semakin efisien dan bertanggung jawab. Melalui integrasi operasional yang kami bangun, MBMA ingin mendorong praktik tersebut secara bertahap," ujar Teddy. 

Fasilitas AIM memanfaatkan bijih pirit sisa pengolahan Tambang Tembaga Wetar, yang dioperasikan oleh anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA), induk usaha MBMA, untuk menghasilkan asam sulfat dan uap yang digunakan sebagai bahan baku dalam proses produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL). 

Melalui integrasi tersebut, MBMA menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan material tambang sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik nasional. 

Selain pengembangan ekonomi sirkular, MBMA juga terus memperkuat pengelolaan lingkungan di seluruh area operasional perusahaan. 

Hingga akhir 2025, seluruh entitas operasional MBMA telah memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan. 

MBMA juga membentuk Tim Manajemen Energi di dua anak usaha yaitu PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan MTI guna mendukung implementasi efisiensi energi dan pengurangan emisi secara lebih terintegrasi. 

Komitmen keberlanjutan MBMA turut memperoleh pengakuan dari berbagai lembaga independen sepanjang 2025. MBMA mempertahankan Gold Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, memperoleh predikat "Verified" dalam Indeks Integritas Bisnis Lestari (INSTAR) 2025 dengan skor tertinggi di sektor basic materials, serta mencatat perbaikan Sustainalytics ESG Risk Rating menjadi 34,07 dari sebelumnya 35,20.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) didirikan pada tahun 2019 dengan nama PT Hamparan Logistik Nusantara.

 Perusahaan ini lalu menjadi anak perusahaan dari Merdeka Copper Gold dan berganti nama menjadi Merdeka Battery Materials. 

Perusahaan ini bergerak di industri pertambangan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik (EV/electronic vehicle). Lokasi penambangan terletak di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...