Langsung ke konten utama

PT Impack Pratama Industri Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,1%

 PT Impack Pratama Industri Tbk. (“Perseroan”) menyampaikan laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang telah diaudit, dengan mencatatkan kinerja yang solid di tengah tantangan ekonomi global.

Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,1% dari realisasi tahun fiskal 2024 sebesar Rp3,9 triliun menjadi Rp4,3 triliun.

Selain itu, laba bersih pada tahun fiskal 2025 juga meningkat 15,0% menjadi Rp620 miliar dibandingkan Rp539 miliar pada tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan Perseroan untuk tahun 2025, yaitu pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp600 miliar.

“Ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini telah mendorong lonjakan harga komoditas global dan meningkatkan ketidakpastian pasar, sehingga membuat prospek 2026 menjadi semakin menantang. Menyikapi kondisi tersebut, manajemen akan terus memperkuat efisiensi operasional serta mengambil langkah yang cermat dan adaptif guna untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap solid,” ujar Haryanto Tjiptodihardjo, Direktur Utama Perseroan.

Meskipun demikian, Perseroan tetap mempertahankan target kinerja 2026 yang telah diumumkan sebelumnya, yaitu pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp700 miliar. Sementara itu, Perseroan menargetkan pendapatan kuartal I 2026 berada pada rentang Rp1,1 hingga Rp1,2 triliun.

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) adalah perusahaan manufaktur terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan bahan bangunan plastik inovatif serta barang plastik, didirikan sejak 1981

Produk utamanya meliputi atap polikarbonat (Solartuff), atap vinil, plafon uPVC (Adaron), dan ACP (Alcotuff)

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...