Langsung ke konten utama

Petrosea mencatatkan total pendapatan sebesar US$886,46 juta, meningkat 28,32% dibandingkan US$690,81 juta pada tahun sebelumnya.

 PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO), perusahaan multi-disiplin dengan rekam jejak selama lebih dari lima dekade yang menyediakan layanan terpadu melalui lini bisnis Jasa Pertambangan, EPC, EPCI Migas Lepas Pantai, serta Jasa Logistik & Pendukung, telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan . 

Pada tahun buku 2025, Petrosea menjadikan diversifikasi usaha sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. 

Melalui langkah ini, Perusahaan tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha. 

Strategi tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru, memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks. 

“Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan Petrosea dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fundamental kinerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, momentum ini juga menjadi landasan penting bagi Perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan, didukung oleh arah strategi jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Michael, Presiden Direktur PT Petrosea Tbk. 

Dari sisi kinerja keuangan, Perusahaan mencatatkan total pendapatan sebesar US$886,46 juta, meningkat 28,32% dibandingkan US$690,81 juta pada tahun sebelumnya. 

Laba bersih tercatat sebesar US$35,01 juta, meningkat 251,75% dibandingkan US$9,95 juta pada tahun sebelumnya. 

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$28,81 juta, meningkat 197,02% dari US$9,70 juta pada tahun 2024. 

“Petrosea menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS dan Scan-Bilt sebagai wujud implementasi dari strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. Dengan selesainya akuisisi Hafar, Perusahaan membentuk lini bisnis baru, yaitu EPCI Migas Lepas Pantai sebagai fondasi awal bagi pengembangan portofolio usaha ke sektor migas lepas pantai,” ujar Kartika Hendrawan, Direktur PT Petrosea Tbk. 

Selain itu, RUPS menyetujui laporan tahunan dan laporan pertanggungjawaban Direksi dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris mengenai jalannya Perusahaan dan tata usaha Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. 

RUPS juga memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris atas tugas pengawasannya dan Direksi atas tugas pengurusannya selama tahun 2025.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar

  Laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia tentang PT Niramas Utama Tbk (JELI) dalan nomor surat Peng-UMA-00218/BEI.WAS/07-2026 tentang harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar. Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini diiinformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang dinilai tidak wajar (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA) pada saham JELI, ingin menginformasikan bahwa Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Meninjau kembali rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat apabila r...

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri

  Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Hasanah Mandiri, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beralamat di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16514, terhitung sejak tanggal 16 Juli 2026. Sehubungan dengan pencabutan izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri tersebut: Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri menghentikan segala kegiatan usahanya. Penyelesaian hak dan kewajiban PT BPR Syariah Hasanah Mandiri akan dilakukan oleh Tim Likuidasi yang akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Pemegang Saham PT BPR Syariah Hasanah Mandiri dilarang melakukan segala tindakan hukum yang berkaita...

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. kerjasama dengan POSCO

  Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO,Perseroan) nomor038/PIC/CS/VIII-2026 menjelaskan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POSCO Suatu perusahaan yang berkedudukan di Republik Korea . dan PT Pelangi Indah ,perusahaam dari Indonesia Pada tanggal 20 Agustus 2026 di Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 700, Kantor Pusat PT Pelangi Indah Canindo Tbk. Perseroan telah melaksanakan MoU Signing Ceremony antara POSCO and PT Pelangi Indah Canindo Tbk.  Melalui kerja sama ini, POSCO bertindak sebagai vendor utama yang menjamin stabilitas pasokan CRC standar global untuk lini produksi drum baja Perseroan.  Langkah strategis ini diambil guna memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas dan memangkas biaya logistik rantai pasok. Efisiensi yang dihasilkan akan mernperkuat daya saing produk Perseroan.