Langsung ke konten utama

Laba Bersih Tumbuh Dua Digit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk optimis Menyongsong Tahun 2026

PT Cisadane Sawit Raya Tbk  mengumumkan pencapaian kinerja tahunan tahun buku 2025 yang luar biasa dengan kembali mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarahnya. 

Capaian ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pertumbuhan dan inovasi di tengah dinamika industri kelapa sawit, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. 

Pendapatan sebesar Rp1,89 triliun, meningkat 77,1% dibandingkan dengan FY24 sebesar Rp1,07 triliun terutama disebabkan karena tingginya kwantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan. • 

Laba kotor mencapai Rp657,23 miliar, naik 35,8% dibandingkan Rp483,86 miliar pada tahun lalu akibat dari peningkatan penjualan yang signifikan. • 

Laba bersih diperoleh sebesar Rp272,56 miliar atau melonjak 27,7% dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp213,36 miliar dengan marjin bersih menjadi 14,4% dibandingkan 20,1% pada tahun lalu. 

Penurunan marjin bersih ini utama nya disebabkan oleh peningkatan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) luar dalam rangka strategi dalam mengoptimalkan utilisasi ketiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dimiliki Perusahaan. • 

Posisi aset CSRA berada di Rp2,52 triliun, 12,0% lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2024 di Rp2,25 triliun. 

Sementara itu, total liabilitas perusahaan di FY25 sebesar Rp1,05 triliun, naik 10,7% dibandingkan dengan Rp952,72 miliar pada akhir tahun 2024 dan ekuitas sebesar Rp1,47 triliun atau naik 12,9% dibandingkan Rp1,29 triliun pada akhir tahun 2024. • 

Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada 12M25 berada pada level 0,59x, turun dibandingkan level tahun 2024 sebesar 0,63x. Pencapaian ini didorong oleh strategi alokasi modal yang optimal serta neraca yang sehat untuk mendukung investasi pada sarana dan prasarana produksi. Dengan struktur modal yang sehat, 

CSRA mampu meningkatkan kepercayaan investor, menjaga efisiensi biaya pendanaan, serta memperkuat reputasi perusahaan di pasar. Perseroan juga terus mengoptimalkan pengembangan bisnis dengan mempertahan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...