Langsung ke konten utama

PT Cita Mineral Investindo Tbk menambah modal di PT Kalimantan Aluminium Industri (KAI)

 PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) melaporkan kinerja positif dengan kenaikan penjualan hingga 31 Desember 2025 menjadi Rp2,68 triliun pada akhir 2025 (naik dari Rp2,38 triliun sebelumnya), meskipun laba bersih yang diatribusikan ke induk sedikit turun menjadi Rp2,39 triliun 

Karena CITA menambah modal pada PT Kalimantan Aluminium Industri (KAI) untuk mendukung smelter aluminium di Kalimantan Utara,  CITA sendiri  memiliki 12,5% saham.

 Laporan keuangan perseroan menyebutkan, laba bruto diraih Rp1,14 triliun naik dibanding laba bruto Rp1,06 triliun tahun sebelumnya.

Sedangkan laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,60 triliun. Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp2,39 triliun dari Rp2,48 triliun tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas meningkat jadi Rp360,64 miliar hingga 31 Desember 2025 dari Rp322,59 miliar hingga 31 Desember 2024. Sementara jumlah aset mencapai Rp9,12 triliun hingga 31 Desember 2025 naik dari Rp7,94 triliun hingga 31 Desember 2024.

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bauksit dan produsen alumina melalui entitas asosiasinya. 


Perusahaan mengoperasikan tambang di Kalimantan Barat dan memiliki peran strategis dalam rantai pasok industri aluminium nasional dan internasional.


PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) adalah perusahaan pertambangan bauksit dan produsen alumina terkemuka yang berada di bawah naungan Harita Group.



Harga saham CITA saat ini Rp 4.230 perlembar



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...