Langsung ke konten utama

CHANDRA ASRI GROUP (IDX: TPIA) MENCATAT KINERJA KUAT FY2025

 Chandra Asri membukukan kinerja yang kuat pada FY2025 dengan menghasilkan profitabilitas sebesar USD 1,4 miliar serta mempertahankan neraca yang tangguh dengan likuiditas lebih dari USD 3 miliar. 

Hal ini mencerminkan kekuatan platform terintegrasi  serta disiplin dalam eksekusi. Dan tetap fokus dalam mendorong tiga pilar strategis, Energi, Kimia, dan Infrastruktur, serta menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan untuk menciptakan nilai jangka panjang. 

Saat memasuki tahun 2026  Energi Perseroan mengakselerasi transformasinya melalui integrasi Aster Chemicals and Energy (ACE), sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park, yang diakuisisi bersama Glencore. 

Kompleks kilang dan petrokimia kelas dunia ini memperkuat jalur dekarbonisasi serta ambisi keberlanjutan jangka panjang Perseroan. 

Perseroan juga melakukan ekspansi regional melalui akuisisi jaringan ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura, yang didukung oleh solusi pembiayaan khusus senilai USD 750 juta dari KKR. 

Setelah penandatanganan Conditional SPA pada Oktober 2025, transaksi ini diselesaikan dengan cepat pada 1 Januari 2026. 

Akuisisi ini mendukung strategi Perseroan dalam membangun platform energi terintegrasi di Asia Tenggara. Kimia Perseroan memperluas portofolio hilir melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals, kini menjadi Aster Polymer Solutions (APS). 

Fasilitas High-Density Polyethylene (HDPE) berkapasitas 400 KTA ini secara langsung memberikan nilai tambah serta memperluas fungsi pemasaran terintegrasi Perseroan di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia. 

Di dalam negeri, proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai sekitar USD 800 juta telah mencapai progres lebih dari 50% dan tetap sesuai rencana untuk mulai beroperasi pada Q1 2027. 

Proyek ini akan memperkuat rantai nilai industri Indonesia, khususnya pada sektor pertambangan dan pengolahan alumina. 

Partisipasi Danantara dan INA sebesar USD 200 juta dalam proyek CA-EDC Perseroan mencerminkan dukungan strategis untuk memperkuat sektor kimia hilir Indonesia serta mengurangi ketergantungan impor. Infrastruktur 

Melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group), Chandra Asri Group memperkuat platform infrastruktur sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama di bidang energi, air, kepelabuhanan& penyimpanan, serta logistik, dengan berbagai pencapaian penting. 

Pada pilar kepelabuhanan & penyimpanan, Perseroan telah memperoleh izin konsesi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan eksternal. 

Pada sektor logistik, armada telah berkembang menjadi 14 kapal gas dan kimia, serta lebih dari 200 truk. 

Pada saat yang sama, ekspansi kapasitas penyediaan listrik dan air juga terus dilakukan untuk mendukung peningkatan permintaan industri. Keberlanjutan & Penghargaan Chandra Asri Group meraih pengakuan internasional yang kuat dengan memenangkan berbagai penghargaan, termasuk Best M&A Deal dan Best CFO (FinanceAsia Awards 2025), serta Best Sustainability-Linked Loan pada The Asset Triple A Awards for Sustainable Finance 2025. 

Perseroan juga menerima penghargaan dari Moores Rowland, National Energy Efficiency Awards 2025, serta Katadata ESG Awards 2025. 

Pengakuan ini menegaskan komitmen inovasi serta keselarasan dengan strategi keberlanjutan dan dekarbonisasi jangka panjang Perseroan. PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) Tentang Chandra Asri Group: 

Chandra Asri Group adalah penyedia terkemuka solusi energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara, yang memasok produk dan layanan ke berbagai industri manufaktur di pasar domestik maupun internasional. 

Sejak didirikan pada tahun 1992, Chandra Asri Group terus berkembang dan memperkuat reputasinya sebagai mitra pertumbuhan yang andal dengan aset strategis yang tersebar di Indonesia dan Singapura. 

Portofolio aset Perusahaan mencakup kilang dengan kapasitas 237.000 barel per hari dan unit ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong, ~60 SPBU ritel Esso di Singapura dan naphtha cracker di Cilegon yang pertama di Indonesia dengan kapasitas 0,9 juta metrik ton. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

SANKSI ADMINISTRATIF TERHADAP PT BANK NEO COMMERCE TBK

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan ini mengumumkan hasil pengawasan atas kasus pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon oleh PT Bank Neo Commerce Tbk.  Dengan mempertimbangkan fakta dan informasi yang diperoleh dari pengawasan, OJK menetapkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I kepada PT Bank Neo Commerce Tbk Bank ini terbukti melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 11 ayat (1) POJK Nomor 21/POJK.04/2021 tentang Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek, karena tidak melakukan kegiatan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak memperoleh surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK.  Dengan dibatalkannya surat tanda terdaftar Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek kelembagaan level I tersebut di atas, maka PT Bank Neo Commerce Tbk:  1. dilarang melakukan kegiatan ...

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...