Langsung ke konten utama

TOMMY SOEHARTO LEPAS KE PEMILIKAN DI HUMPUSS

 

Tommy soeharto atau Hutomo Mandala Putra Soeharto melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS).

Hal itu terungkap dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (2/2) lalu

Sebelumnya Tommy memiliki sebanyak 738.692.651 saham HITS atau setara dengan 10,40% hak suara dan setelah transaksi kepemilikan sahamnya  menjadi  0%.

Dengan harga transaksi Rp 391 per saham, nilai penjualan saham itu mencapai sekitar Rp 288,82 miliar.

Pada waktu yang sama, PT Humpuss juga menjual seluruh kepemilikannya di HITS sebanyak 3,40 miliar saham atau setara 47,89 persen hak suara.

Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 152 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp 516,95 miliar.

Setelah transaksi rampung, baik Tommy Soeharto maupun PT Humpuss tidak lagi memiliki saham HITS, sekaligus menandai berakhirnya status keduanya sebagai pemegang saham pengendali.

 PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan logistik terpadu, khususnya pada segmen pelayaran dan pengangkutan energi. Perseroan menjadi bagian dari Humpuss Group dan fokus melayani kebutuhan distribusi minyak, gas, serta produk energi lainnya di Indonesia.

HITS mulai beroperasi secara komersial pada 1 Januari 1993 dan didirikan pada 21 Desember 1992 berdasarkan Akta Notaris R.N. Sinulingga Nomor 464.

 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jemmy Kurniawan mengurangi sahamnya di PT Hetzer Medical Indonesia

  Bursa Efek Indonesia melalui surat  LK/22042026/0007/1 tanggal 22 April 2026 tentang pelepesan saham Jemmy Kurniawan di PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk. Jemmy Kurniawam,komisaris utama menjual sekitar 4,5 juta saham dengan 3 kali penjualan dengan nilai antara Rp 73 sd Rp 75. Sedangkan harga sahamnya hari ini Rp 77 persaham Sebelum transaksi mempunyai 920.070.900,00 Unit dengan hak suara 58,88%. Setelah transaksi menjadi 915.570.900,00 Unit dengan hak suara 58,60% PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi san distribusi alat kesehatan  di Indonesia

PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar

Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk rencana membagikan saham bonus    periode tahun buku 2024 senilai Rp7,45 miliar atau setara Rp20 per saham. Dalam RUPS disebutkan  keputusan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor perseroan tahun buku 2024 sebanyak 372.583.673 saham. Persetujuan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor Perseroan di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.  Perseroan mengusulkan pembagian Saham Bonus kepada para Pemegang Saham Perseroan yang berasal dari sebagian Tambahan Modal Disetor per 31 Desember 2024 sebanyak-banyaknya sebesar Rp7.451.673.460,- (tujuh miliar empat ratus lima puluh satu juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus enam puluh rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp20,-.  Adapun jumlah saham baru yang akan diterbitkan dari Saham Bonus Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 372.583.673 (tiga ratus tujuh puluh ...

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) diversikasi usaha baru dalam bidang industrti logam

  Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS),Persero), 2026 perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp12.494.674.677.  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:  a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;  b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;  c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan  d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.  Untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026   perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru. Pada tanggal 8 Desember 2025...